Connect With Us

Angkatan Muda Muhammadiyah "Dijual" Ketua Umum DPP IMM

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 22 Januari 2024 | 17:18

Asrul Haruna, Mahasiswa Tangerang. (@TangerangNews / Rangga Agung Zuliansyah)

Oleh: Asrul Haruna, Mahasiswa Tangerang

 

TANGERANGNEWS.com-Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah adalah sebuah organisasi yang besar dan bernyawa gerakan yakni humanitas, relegiusitas, dan intelektualitas.

Sebagai kader intelektual dan kaum akademisi mestinya kita menyadari betul arah dan tujuan daripada organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dengan basis gerakan trilogi dan tri kompetensi yang termaktub. 

Namun jika kita menelaah dan melihat baik-baik sepertinya ada pergeseran dan pembelokan arah dari tujuan sebenar organisasi yang besar ini.

Dengan banyaknya kegaduhan di media sosial akibat statement ketua umum Dewan Pimpinan Pusat yang terkesan mengatasnamakan Muhammadiyah dengan menyebut Anak Muda Muhammadiyah dan angkatan muda Muhammadiyah.

Dari ini ditanggapi langsung oleh Sekjend PP Muhammadiyah Prof. Dr. Abdul Mu'ti, M.Ed yang mengatakan bahwa kader muhammadiyah yang terlibat didalam tim itu dibebaskan, hanya saja mencatut nama personaliti bukan Muhammadiyah, dan Muhamamdiyah tetap akan netral, namun bukan netral pasif tapi aktif. 

Seyogianya sebagai representatif kader IMM dan sebagai Tokoh di Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah harus ada batas-batas etika yang jeli diperhatikan agar kemudian tidak menimbulkan stigma oleh masyarakat Muhammadiyah umumnya dan kader-kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah khususnya.

Akhirnya berdampak pada kericuhan serta cuitan-cuitan yang kemudian sarat akan tuntutan dan tidak sedikit yang kecewa dengan tindakan yang dilakukan oleh Ketua Umum Ikatan Mahasiwa Muhammdiyah seperti misalnya PK IMM Aufklarung Teknik, PC IMM Kota Tangerang, PC IMM BAYUMAS.

Karena sudah barang tentu tidak etis mencatut diksi atau kata organisasi Muhammadiyah apalagi AMM (Angkatan Muda Muhammadiyah) yang seolah-olah mengklaim secara sepihak seluruh kader yang tergabung di dalam Ortom Muhammadiyah. 

Maka dari itu dengan pencatutan nama organisasi tersebut saya berharap agar teman teman Komisariat khususnya dan seluruh Kader Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah mampu untuk terus mengawal bagi siapa saja yang kemudian memberikan kesempatan untuk “menjual” nama organisasi, dan sama-sama mengecam keras kegiatan politik praktis bagi siapa saja yang melakukannya agar kemudian tidak adalagi yang melakukan hal serupa dan kita samasama kembalikan marwah organisasi IMM ini sesuai dengan Khittahnya. 

Kemudian terakhir pesan saya, khususnya kepada calon ketua umum dewan pimpinan pusat yang hari ini sudah ramai dipertontonkan dimedia sosial agar sama-sama menjaga idealisme dan tidak melakukan kesalahan yang sama agar membawa organisasi Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah ini jauh lebih baik lagi.

BANTEN
Ratusan UMKM Binaan PLN UID Banten Naik Kelas Sepanjang 2025

Ratusan UMKM Binaan PLN UID Banten Naik Kelas Sepanjang 2025

Jumat, 2 Januari 2026 | 17:49

PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Banten mencatat perkembangan signifikan pembinaan usaha mikro, kecil, dan menengah di wilayah Provinsi Banten sepanjang 2025

BISNIS
Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Pikat Korea Selatan, ROKA Collection Cetak Omzet Ratusan Juta di Seoul Design Festival 2025

Kamis, 18 Desember 2025 | 21:03

-Produk kriya rotan asal Indonesia kembali membuktikan kualitasnya di panggung internasional. Brand lokal ROKA Collection sukses mencuri perhatian dalam ajang bergengsi Seoul Design Festival 2025 yang berlangsung pada 12–16 November 2025 di Seoul

AYO! TANGERANG CERDAS
Daftar SMA Paling Berprestasi di Kota Tangerang, Bisa Jadi Acuan SPMB 2026

Daftar SMA Paling Berprestasi di Kota Tangerang, Bisa Jadi Acuan SPMB 2026

Selasa, 30 Desember 2025 | 14:17

Para siswa kelas 9 di Kota Tangerang tengah bersiap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA menjelang SPMB 2026. Tentunya, sekolah dengan rekam jejak prestasi menjadi incaran.

KAB. TANGERANG
Nyawa Dibayar Nyawa, Keluarga Korban Pembunuhan di Jambe Minta Pelaku Guru Ngaji Dihukum Mati

Nyawa Dibayar Nyawa, Keluarga Korban Pembunuhan di Jambe Minta Pelaku Guru Ngaji Dihukum Mati

Jumat, 2 Januari 2026 | 17:52

Suasana duka masih menyelimuti keluarga besar Abdul Aziz, 19, remaja yang tewas secara tragis di tangan Abdul Mugni, 23, temannya yang berprofesi sebagai guru ngaji.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill