Connect With Us

Fakta Gedung di BSD Tangerang Ini Paling Luas

Denny Bagus Irawan | Selasa, 4 Agustus 2015 | 18:44

Gedung Indonesia Convention Exhibition (ICE) (Dira Derby / Tangerangnews)

 

TANGERANG-Gedung bernama Indonesia Convention Exhibition (ICE) merupakan proyek prestisius berskala Internasional.

 Gedung tersebut memiliki 10 hall seluas 50.000 meter persegi, dengan 4.000 meter persegi ruang konvensi, 50.000 meter persegi area outdoor, 12.000 meter persegi area selesar dan 33 ruang rapat dengan berbagai ukuran.  

Iskhak Chandra Director PT Indonesia Internasional Expo dan CEO Strategic Development & Service Sinar Mas Land mengatakan, pihaknya bangga ICE telah diresmikan langsung Presiden Jokowi.

“ICE merupakan hasil karya terbaik anak bangsa yang kami persembahkan untuk mendukung industry Meeting, Incentives, Covention and Exhibitions Tanah Air, terutama untuk kegiatan nasional dan internasional,” terangnya.

 

 

TANGSEL
Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Sambut Tahun Ajaran Baru, 106 Anak di Tangsel Ikut Khitanan Massal PSI

Minggu, 5 Juli 2026 | 20:27

Sebanyak 106 anak di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengikuti khitanan masal yang digelar Partai Solidaritas Indonesia di kawasan Ciputat Timur pada Minggu, 5 Juli 2026.

SPORT
Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Portugal Singkirkan Kroasia Lewat Gol Menit Akhir Ronaldo Cs, Tantang Spanyol di 16 Besar

Jumat, 3 Juli 2026 | 10:47

Portugal memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 usai mengalahkan Kroasia dengan skor 2-1 pada laga babak 32 besar di Toronto Stadium, Kamis, 3 Juli 2026 WIB.

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill