Connect With Us

Banten Jadi Prioritas Kawasan Perkantoran

EYD | Rabu, 30 Maret 2016 | 09:01

Ilustrasi rumah murah yang digagas Bank BTN. Mereka menilai Tangerang memiliki potensi tersebut. (istimewa / tangerangnews)

TANGERANG – Meski sebagian wilayah Jakarta dirudung fenomena kelebihan pasokan (over supply), Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten menyatakan tren pembangunan kawasan perkantoran di Provinsi Banten mulai marak belakangan ini.

Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Real Estate Indonesia (REI) Banten Soelaeman Soemawinata mengatakan, tren pembangunan kawasan perkantoran bakal mulai mengalir dari kawasan Tangerang, misalnya Cengkareng dan Serpong, lalu meluas ke sejumlah wilayah di luar Tangerang.

“Tren properti di Banten dimulai dari meningkatnya kebutuhan rumah. Dalam jangka panjang, tren itu bergerak ke kebutuhan institusi pendidikan lalu kawasan komersial seperti rumah toko hingga ke gedung perkantoran,” katanya, Rabu (30/3/2016).

Apalagi, dengan melonjaknya harga tanah dan properti di DKI Jakarta, kawasan Tangerang khususnya menjadi lokasi strategis mengingat kedekatan lokasinya dengan kawasan komersial dan Jakarta itu sendiri.

Mengutip riset Indonesia Property Watch, nilai penjualan pada kuartal IV/2015 di Bodetabek-Banten menunjukkan kenaikan pertumbuhan penjualan sebesar 16,6% (qtq) dibandingkan dengan periode sebelumnya.

Meski demikian, secara tahunan angka penjualan ini masih lebih rendah -10,87% dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu. Tak hanya itu, menjamurnya kawasan industri di luar kawasan Tangerang, misalnya Modern Cikande Industrial Estate, Kawasan Industri Terpadu Wilmar, dan Kawasan Krakatau Industrial Estate Cilegon.

Selain perkantoran, potensi pertumbuhan permukiman dan area komersial di sekitar kawasan industri juga cukup memungkinkan. Hal tersebut terlihat dari rencana pembangunan Swiss-Belinn ModernCikande yang merupakan proyek kerja sama antara PT Modern Asia Hotel bersama Swiss-Belhotel International.

Hotel berbintang tiga yang menelan investasi hingga Rp125 miliar ini ditargetkan bisa beroperasi pada akhir tahun depan. Pembangunan hotel ini berdiri di atas lahan seluas 7.750 m2 dengan luas bangunan 10.640 m2 dan terdiri dari 10 lantai. ”Dengan adanya hotel Swiss-Belinn ModernCikande ini, kami berharap bisa menunjang akomodasi dan melengkapi fasilitas Kawasan Industri ModernCikande sehingga meningkatkan daya tarik kawasan industri yang kami kembangkan ini,” ujar William Honoris, Presiden Direktur PT Modernland Realty Tbk.

ModernCikande merupakan kawasan industri yang dibangun oleh PT Modern Industrial Estat, salah satu anak perusahaan PT Modernland Realty Tbk. Kawasan industri yang ditargetkan mampu beroperasi pada pertengahan tahun ini memiliki sekitar 20.000 pekerja dan lebih dari 200 perusahaan di dalamnya.

Selain itu, wilayah Banten juga menjadi salah satu wilayah untuk merealisasikan Program Sejuta Rumah. Pembangunan rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) diprioritaskan di dua lokasi, yaitu Maja dan Serang.

REI Banten membidik pembangunan rumah bagi kalangan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) naik 52% menjadi 8.000 unit pada tahun ini. Adapun, REI mampu merealisasikan pembangunan rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuditas pembiayaan perumahan (FLPP) pada tahun lalu mencapai 5.262 unit dengan nilai pembiayaan Rp411,1 miliar.

OPINI
Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Urbanisasi Bukti Kesenjangan Tinggi

Selasa, 7 April 2026 | 15:06

Libur lebaran telah usai, tapi masalah baru yang mesti dihadapi pemerintah pasca Ramadan justru mulai muncul, salah satunya adalah urbanisasi. Euforia gemerlapnya kota meracuni penduduk desa untuk bisa menikmatinya.

PROPERTI
Ruko di Gading Serpong Ini Cuma 44 Unit Langsung Jadi Rebutan 

Ruko di Gading Serpong Ini Cuma 44 Unit Langsung Jadi Rebutan 

Kamis, 16 April 2026 | 20:06

Demam properti di Gading Serpong makin tak terbendung. Proyek ruko terbaru Pasadena Square South langsung diincar para investor sebelum resmi dipasarkan.

BISNIS
Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Setelah 5 Tahun, Menantea Akhiri Operasional Seluruh Gerai April 2026

Selasa, 14 April 2026 | 14:11

Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill