Pemprov Banten Bakal Evaluasi Penanganan Banjir Seluruh Kabupaten/Kota
Minggu, 25 Januari 2026 | 21:25
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan akan mengevaluasi efektivitas program penanganan banjir yang telah direncanakan sejak tahun 2025.
TANGERANG – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Real Estate Indonesia (REI) memprediksi pasar properti nasional pada 2016 akan lebih baik jika dibandingkan dengan pasar properti nasional 2015.
Ketua DPP REI Eddy Hussy mengatakan, perbaikan pasar properti nasional pada 2016 terlihat dari pertumbuhan perekonomian Indonesia pada kuartal-III 2015 yang menunjukan tren positif. “Tahun depan kita perkirakan naik sekitar 10 persen,” kata Eddy.
Eddy menyebutkan, paket kebijakan yang telah diterbitkan pemerintahan kabinet kerja juga pada 2016 akan diimplementasikan dengan baik. Hal itu juga menjadi salah satu faktor pertumbuhan pasar properti nasional pada tahun depan. “Kalau target tahun ini 10 persen tidak tercapai, kalau melihat data baru sekitar 5 persen-7 persen,” tambahnya.
REI megharapkan iklim industri dan pembelian properti nasional meningkat semenjak pada 2014 mengalami penurunan. Perlambatan penjualan properti pada saat itu dikarenakan adanya penyelenggaraan Pemilu. Pada saat pemilu, banyak yang menunda bertransaksi properti guna belum mendapatkan kepastian tentang perekonomian secara utuh. “Makanya properti tahun depan akan lebih baik dibanding 2015. Indikasinya kita lihat ekonomi kuartal III naik, terus pasar juga sudah mulai lebih positif dengan lebih optimis,” tandasnya.
Gubernur Banten Andra Soni mengatakan akan mengevaluasi efektivitas program penanganan banjir yang telah direncanakan sejak tahun 2025.
TODAY TAGTugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.
Komisi VII DPR RI memberikan teguran terkait masalah banjir, kemacetan hingga delay penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kota Tangerang. Masalah klasik ini dinilai dapat menghambat kemajuan pariwisata Indonesia.
Kasus saldo kripto yang mendadak terkuras tanpa disadari semakin sering terjadi. Salah satu penyebab yang kini banyak digunakan penipu adalah wallet drainer, alat berbahaya yang mampu menguras aset kripto hanya lewat satu persetujuan transaksi.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews