Connect With Us

Suporter Persita Tangerang Tewas, Rekan : Selamat Jalan Kawan

Yudi Adiyatna | Kamis, 12 Oktober 2017 | 19:00

Para suporter Persita saat dikediaman Banu Rusman di Serpong, Kota Tangsel. (@TangerangNews 2017 / Yudi Adiyatna)

 TANGERANGNEWS.com-Pertandingan antara Persita Tangerang melawan PSMS Medan, Rabu (11/10/2017) kemarin menyisakan duka mendalam bagi  keluarga suporter Persita.  Sebab, salah seorang suporternya tewas setelah terjadi bentrokan. Dia adalah Banu Rusman, warga RT 3 RW 4 Kelurahan Serpong, Kecamatan Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel). Rekan-rekan Banu pun pada Kamis (12/10/2017) malam mendatangi kediaman korban. Mereka menyatakan rasa bela sungkawa, termasuk juga aparat TNI.

BACA JUGA : Persita Tangerang U-16 Jajal Kemampuan Pemain di Borneo Cup Malaysia

BACA JUGA : Tekuk Australia 2-0, Persita U16 Raih Juara Tiga Borneo Cup Malaysia

Peristiwa kerusuhan tersebut terjadi usai pertandingan babak 16 besar Liga 2 antara Persita Tangerang melawan PSMS Medan. Banu yang berusia 17 tahun itu meninggal dunia setelah mengalami luka cukup serius dan sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit. Mulanya Kedua kubu suporter saling berseteru usai laga yang dimenangi PSMS Medan dengan skor tipis 1-0 di Stadion Mini Persikabo, Bogor."Selamat jalan kawan, kami semua berduka atas kepergianmu," ujar Rendy salah seorang sahabat Banu.

 



Dari informasi yang dihimpun, keributan berawal saat masuknya beberapa suporter Persita ke dalam lapangan untuk melakukan protes ke manajemen terkait kegagalan tim kesayangan mereka lolos ke babak perempat final. Kemudian entah berasal darimana, lalu ada lemparan dari bangku penonton. Keributan pun terjadi dan tak bisa dihindari.

Banu adalah salah satu suporter Persita yang mendapat serangan brutal dari oknum pendukung PSMS usai laga. Kebanyakan korban dari kubu Persita dibawa ke RSUD Cibinong dan juga ke PMI Cibinong, Bogor.

Pantauan TangerangNews.com  di kediaman Banu, terlihat ratusan pelayat yang terdiri dari rekan sekolah dan suporter Benteng Viola hadir melayat ke rumah duka sejak jenazah tiba di rumah duka pukul 19.30 malam tadi.  Aria, 43 tahun kakak Ipar Korban menuturkan, pihak keluarga pun mengetahui ihwal kejadian tewasnya anak terakhir dari lima bersaudara tersebut dari rekan korban yang ikut bersamanya saat menyaksikan pertandingan Sepakbola Persita Vs PSMS di Stadion Persikabo, Kemarin

"Kami keluarga kecewa berat atas meninggalnya adik kami. Kami menuntut agar pelaku bisa segera terungkap," ungkap Aria. Dia menambahkan, korban yang masih duduk di Kelas XII SMA ini rencananya akan dimakamkan ke Pekalongan,Jawa Tengah, tempat kedua orangtuanya berasal.

"Malam ini juga akan kita bawa ke Pekalongan," ungkapnya. Selain para rekan-rekan almarhum, turut hadir pula dilokasi Letkol (inf) Fransisco, Dandim 0621 Kabupaten Bogor beserta rombongan untuk melayat ke rumah duka.(RAZ/HRU)

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

KOTA TANGERANG
Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Mekanik Motor di Tangerang Masuk Kategori Warga Desil 3

Ditagih Pajak McLaren Rp137 Juta, Mekanik Motor di Tangerang Masuk Kategori Warga Desil 3

Senin, 26 Oktober 2026 | 20:47

Peristiwa penagihan tunggakan pajak mobil sport mewah McLaren 570S AT senilai Rp137,4 juta terhadap Yudariansyah (Yuda), seorang mekanik bengkel motor asal Kampung Sawah Dalam, Panunggangan Utara, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

HIBURAN
Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Halloween Makin Seru di Living World Alam Sutera, Ada Singing Pumpkin hingga Kompetisi Kostum

Senin, 26 Oktober 2026 | 18:23

Living World Alam Sutera menghadirkan rangkaian Halloween Spooky Garden yang berlangsung hingga 1 November 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill