Connect With Us

Tekuk Australia 2-0, Persita U16 Raih Juara Tiga Borneo Cup Malaysia

Mohamad Romli | Senin, 9 Oktober 2017 | 15:00

Kesebelasan Persita U16 meraih juara ketiga dalam kompetisi sepakbola Borneo Cup di Stadion Likas, Kinabalu, Malaysia. (Istimewa / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Kesebelasan Persita U16 meraih prestasi membanggakan karena berhasil meraih juara ke tiga dalam kompetisi sepakbola Borneo Cup yang berlangsung di Stadion Likas, Kinabalu, Malaysia. Keberhasilan skuat pendekar muda Cisadane tersebut diraih setelah berhasil mengalahkan tim kesebelaaan Murdock University Melville FC, Australia dengan skor 2-0, Sabtu (7/10/2017).

Tim kesebelasan wakil Australia tersebut harus mengakui keunggulan Persita, M Faqih dan M Irfan yang diasuh pelatih Mardani, berhasil membobol gawang berhasil membobol gawang tim lawan.

Manager  Persita U16, Ali Nurdin A Gani merasa puas dan bangga atas hasil perjuangan timnya. "Keberhasilan ini juga berkat dukungan banyak pihak, terutama dari Pemkab Tangerang melalui pak Bupati yang secara pribadi banyak membantu kami," ujarnya, Senin (9/10/2017).

BACA JUGA : Persita Tangerang U-16 Jajal Kemampuan Pemain di Borneo Cup Malaysia

Laga tersebut diikuti oleh delapan tim dari empat negara, diantaranya Indonesia, Malaysia, Brunei Darussalam dan Australia. Delapan tim tersebut terbagi ke dalam dua group yang bertanding selama tiga hari, 5 sampai 7 Oktober 2017.

Pada pertandingan perdana, Kamis (5/10/2017), Persita U16 tersebut dikalahkan oleh tim Murdock University Melville FC, Australia dengan skor 0-1. Kekalahan tersebut membuat 19 pemain dan enam official berjibaku saat melawan tim TAB Malaysia di hari yang sama, hasilnya lima goal berhasil dicetak dan hanya kebobolan satu gol, Persita U16 pun unggul dengan skor 5-1.

Dipertandingan hari kedua, Jumat (6/10/2017) Persita kembali meraih kemenangan atas PLD Kota Kinabalu dengan skor 2-1. Kemenangan gemilang kembali diraih pada pertandingan kedua, tim kesebalasan TAB Malaysia harus mengakui keunggulan anak-anak remaja Tangerang tersebut setelah pertandingan berakhir dengan skor 5-1.

BACA JUGA : 2018, Kandang Persita Sudah Bisa Digunakan

Namun, laju Persita ke final terhenti oleh tim satu negara sendiri, karena saat melawan tim pelajar Indonesia yang langsunh di bawah pembinaan Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang menerjunkan pemain-pemain pilihan dari berbagai daerah di Indonesia, Persita U16 tak mampu mencetak gol, bahkan kebobolan 4 goal.

"Meski laju kami terhenti di semi final, namun kami tetap bangga, karena dikalahkan tim satu negara sendiri, yang pemainnya memang pilihan dari berbagai klub di Indonesia," tambahnya.

Ali Nurdin pun akan terus menggembleng anak-anak asuhannya untuk menimba pengalaman bermain di negara lain, sehingga tim yang ada saat ini akan kembali diikutsertakan dibeberapa event internasional.

"Kita optimis, pembinaan bibit-bibit pemain sepakbola kita semakin baik, sehingga kelak kita bisa mampu berprestasi di skala asia maupun dunia," tukasnya.

Hasil akhir Borneo Cup Malaysia 2017 untuk kategori U16, juara pertama diraih tim U16 Pelajar Indonesia, juara dua tim DPM Sport School Malaysia, dan juara tiga diraih Persita U16.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Dampak Perang Timur Tengah, Prabowo Sebut Indonesia Harus Siap-siap

Selasa, 10 Maret 2026 | 09:21

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.

PROPERTI
Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Serpong Jaya Luncurkan 3 Cluster Baru, Tawarkan Hunian Modern Mulai Rp700 Jutaan

Jumat, 8 Mei 2026 | 14:54

Kebutuhan hunian nyaman dan terintegrasi di kawasan penyangga Jakarta terus meningkat seiring perkembangan kehidupan urban.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill