Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com-Kesebalasan pondok pesantren (Ponpes) Arroisyiah Tangsel, mampu mempertahankan prestasi Banten dalam perhelatan Seri Nasional Liga Santri Nusantara (LSN) 2017. Tim yang digawangi pelatih Arta Wijaya tersebut berhasil meraih juara tiga dalam laga bergengsi antar ponpes di seluruh Indonesia tersebut.
Langkah skuad muda tanah jawara tersebut melaju sampai babak semi final dan bertemu dengan kesebelasan ponpes Daarul Hikmah, Cirebon, Sabtu (28/10/2017) di Stadion Siliwangi, Bandung.
Selama 2x45 menit waktu permainan, kedua tim bekerja keras untuk bisa saling membobol gawang lawan, namun hingga wasit meniup peluit panjang, tak satu gol pun tercipta. Hingga akhirnya dalam adu pinalti, Ponpes Daarul Hikmah unggul dengan skor 4-3.
Hafiz, tim official Ponpes Arrosiyiah kepada TangerangNews.com mengatakan, merasa puas dengan prestasi yang diraih timnya, karena menurutnya santri-santri muda tersebut sudah berjuang dan bekerja keras selama perhelatan yang berlangsung dari 22-29 Oktober 2017 tersebu.
"Kami Bersyukur dapat meraih juara tiga, ini semua berkat kerja keras tim, baik pemain, coach serta dukungan dari semuanya, terlebih dukungan Pak Ahmad Fauzi selaku manager tim," ujarnya, Senin (30/10/2017).
Usai perhelatan tersebut, Hafiz akan terus menggembleng tim yang bermarkas di Pamulang, Tangsel tersebut untuk meningkatkan kemampuan bertanding santrinya. Diakuinya, LSN telah memberikan pengalaman berharga bagi timnya, karena timnya mampu melalui berbagai kendala yang dihadapi selama satu minggu berada ditanah parahyangan tersebut.
"Kami juga berharap perhatian dari Pemkot Tangsel serta Pemrov Banten untuk pengembangan pembinaan para santri ini, sehingga kualitas mereka bisa terus ditingkatkan," tambahnya.
Ahmad Fauzi, Manager Tim Kesebelasan Arroisyiah bersyukur dan mengapresiasi atas prestasi yang mampu diukir tersebut, menurutnya persaingan di LSN 2017 ini jauh lebih ketat dibandingkan tahun sebelumnya, karena 32 Provinsi di Indonesia masing-masing mengirimkan tim kesebelasannya.
"Persaingan sangat ketat, tidak seringan tahun 2016, tapi alhamdulilah tim dari Banten bisa mengatasi," ujarnya.(RAZ/HRU)
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGPerkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence atau AI) dan pergeseran pola konsumsi informasi ke media sosial (medsos) menjadi tantangan berat bagi industri media digital global maupun nasional.
Nasib apes menimpa Khoirul Anwar, pedagang martabak mini yang biasa berjualan di Jalan AMD Raya, Larangan, Kota Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews