Connect With Us

Kesebelasan Ponpes Arraisiyah Tangsel Juarai LSN Region Banten

Mohamad Romli | Jumat, 8 September 2017 | 23:00

Ketua Pelaksana LSN Region Banten menyerahkan piala kepada tim kesebelasan Ponpes Arraisiyah. (@TangerangNews2017 / Mohamad Romli)

TANGERANGNEWS.com-Kesebelasan Pondok Pesantren (ponpes) Arraisiyah, Tangsel, berhasil mengangkat tropi juara satu Liga Santri Nasional Region Banten setelah unggul melalui adu pinalti dengan kesebelasan Ponpes Daarul Mutaqien, Kabupaten Tangerang, Jumat (8/9/2017).

Dalam pertandingan yang digelar di Stadion Mini Kecamatan Solear, Kabupaten Tangerang tersebut, tim yang diasuh pelatih Arta Wijaya lebih dominan menguasai bola, namun beberapa kesempatan untuk menjebol gawang lawan tidak berhasil dieksekusi oleh pemain depan santri ponpes dari Pamulang Barat tersebut.

Hingga akhirnya, di menit-menit terakhir pertandingan gawang mereka dijebol oleh kesebelasan Ponpes Daarul Mutaqin. Namun goal tersebut dianulir oleh wasit, karena satu pemain ponpes dari Sepatan tersebut dinyatakan berdiri dalam posisi offside.

Hingga akhir pertandingan, tidak ada goal yang berhasil dicetak dua kesebelasan tersebut. Selanjutnya, pemenang ditentukan dengan adu pinalti. Arraisiyah pun unggul setelah berhasil memasukkan lima goal, sementara Daarul Mutaqin hanya berhasil meraih empat goal. BACA JUGA : 25 Tim Sepakbola Pesantren Berlaga di Liga Santri Nusantara Region Banten

Atas keberhasilan anak-anak asuhannya, Arta Wijaya merasa puas atas kerja keras semua pemain yang sudah berusaha maksimal untuk mencetak goal. Ia mengakui masih terdapat kelemahan di pemain depan, karena beberapa kali gagal memanfaatkan peluang untuk mencetak goal.

"Tentu ini menjadi catatan kami untuk memperbaiki posisi pemain depan di final LSN nasional," ujarnya.

Dalam pertandingan tersebut, Arta mengatakan menerapkan strategi pemian dengan formasi 4-3-3, namun lini depan belum juga berhasil mencetak goal. "Dari empat kali bermain, tiga kali menang karena adu pinalti. Kami akan coba perbaiki dengan menambah jumlah pemain," tambahnya.

Sementara pelatih Daarul Mutaqin, Saefudin menerima hasil pertandingan tersebut meski goal yang dicetak oleh anak asuhnya dianulir oleh wasit. "Ya mau gimana lagi, wasit kan sudah menyatakan itu offside, walau menurut kami enggak offside," ujarnya.

Menurutnya, tim kesebelasannya selalu berpartisipasi dalam perhelatan LSN region Banten yang sudah digelar tiga kali tersebut. Ia meminta, panitia semakin meningkatkan kualitas penyelenggaraan liga antar pondok pesantren di Banten ini.

"Kami harapkan terus ada perbaikan dari pihak panitia, misalnya soal screening pemain, jangan sampai ada pemain cabutan. Karena masyarakat sangat antusias dengan LSN ini," tambahnya. BACA JUGA : Catat! Pendaftaran Liga Santri Banten 16-31 Juli 2017

Khoirun Huda, Ketua Pelaksana LSN Region Banten mengucapkan selamat kepada tim yang berhasil lolos ke final LSN nasional yang akan digelar Oktober mendatang di Bandung. "Kami harapkan tim yang lolos mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk laga di Oktober mendatang," ujarnya.(RAZ)

NASIONAL
Polisi Sasar 13 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026, Berlakukan Tilang Manual

Polisi Sasar 13 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026, Berlakukan Tilang Manual

Senin, 8 Juni 2026 | 05:09

Polda Metro Jaya akan menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 selama 14 hari mulai 8 hingga 21 Juni 2026 dengan fokus meningkatkan kepatuhan masyarakat sekaligus menekan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.

KAB. TANGERANG
Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Rencanakan Pembunuhan Tukang Cilok di Cikupa, Ayah dan Anak Terancam Hukuman Mati

Senin, 8 Juni 2026 | 23:00

Barma Tama, 42, dan M Supriadi 17, seorang ayah dan anak ditetapkan sebagai tersangka atas kasus pembunuhan seorang pedagang cilok berinisial P, 33, di kontrakannya di Desa Pasir Gadung, Kecamatan Cikupa, Kabupaten Tangerang.

OPINI
Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Fomo Menjadi Fenomena yang Sangat Berpengaruh Bagi Generasi Muda dan Dampaknya Sangat Besar Bagi Kesehatan Mental

Senin, 8 Juni 2026 | 17:25

Fenomena atau fomo bagi generasi muda itu berdampak pada kesehatan mental yang artinya yang di mana media digital saat ini media sosial itu telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan di dalam kehidupan kita sehari-hari

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill