Connect With Us

Pesepakbola Denmark di Piala Dunia 2022 Punya Penyakit Jantung, Dokter Tangerang: Atlet Harus Waspada

Fahrul Dwi Putra | Sabtu, 3 Desember 2022 | 14:18

Christian Eriksen, pesepakbola Denmark di Piala Dunia 2022 Qatar. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Christian Eriksen, pesepakbola yang membela Denmark di Piala Dunia 2022 Qatar disebut memiliki riwayat penyakit jantung, meski dirinya merupakan seorang atlet dengan gaya hidup yang baik.

Bahkan, penyakitnya itu sempat hampir merenggut nyawanya dua tahun silam, saat tengah bertanding di pertandingan Euro 2020.

Padahal, penyakit jantung umumnya menyerang lansia atau orang-orang dengan gaya hidup yang tidak sehat.

Menanggapi hal itu, Dokter Spesialis Kedokteran Olahraga dari Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro Kota Tangerang Selatan, dr Grace Joselini Corlesa, SpKO mengatakan, atlet harus waspada terhadap cedera cardiac arrest atau henti jantung saat olahraga.

"Salah satu (cedera) yang paling sering ditemui adalah cardiac arrest di tengah-tengah lapangan itu," ujarnya seperti dikutip dari detikHealth, Sabtu 3 Desember 2022.

Umumnya, lanjut Grace, pengidap sakit jantung terbagi menjadi dua kategori, yakni penderita dengan usia di atas 35 tahun dan di bawah 35 tahun.

Untuk penderita di atas 35 tahun, umumnya disebabkan oleh gaya hidup dan pola makan yang tidak sehat. Sementara penderita penyakit jantung di bawah 35 tahun disebabkan oleh bawaan lahir atau kongenital.

Meski seleksi kesehatan para atlet terbilang cukup ketat dengan melakukan pemeriksaan seperti elektrokardiogram (EKG) dan ekokardiografi (USG jantung). 

Namun, masih banyak yang tidak terdeteksi sehingga banyak yang kecolongan, hingga sebagian dari mereka harus meregang nyawa.

Grace menyarankan bagi atlet yang telah terdeteksi agar segera dibawa ke dokter ahli jantung atau kardiologis untuk mendapat penanganan lebih lanjut.

"Jaga pola makan dan jenis latihannya juga diatur, supaya bisa mengantisipasi serangan jantung ke depannya," pungkasnya.

OPINI
May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

May Day dan Gugatan Marx di Balik Penjara Digital

Jumat, 1 Mei 2026 | 16:57

Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.

BISNIS
Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Warga Banten Makin Jarang Pakai Uang Tunai, Transaksi QRIS Tembus Rp34 Triliun

Kamis, 14 Mei 2026 | 14:20

Penggunaan pembayaran digital di Provinsi Banten terus melonjak sepanjang awal 2026. Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Banten mencatat nilai transaksi menggunakan QRIS mencapai lebih dari Rp34 triliun.

AYO! TANGERANG CERDAS
Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Siswa Miskin 90 Persen Berpeluang Tembus Masuk Sekolah Favorit Pada SPMB 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 08:18

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengklaim siswa dari keluarga kurang mampu memiliki peluang lebih besar untuk masuk sekolah yang diinginkan melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran 2026/2027.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill