Libur Nataru 2026, Pengunjung Water World Cikupa Membludak Dua Kali Lipat
Minggu, 4 Januari 2026 | 20:15
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TANGERANGNEWS.com- Penyelenggaran SEA Games ke-32 di Kamboja kembali menuai sorotan dari warganet. Kali ini, penggunaan kursi plastik di ruang ganti Tim Nasional (TImnas) dinilai tidak layak untuk ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara itu.
Dalam foto yang diunggah akun Twitter resmi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) @PSSI, tampak perlengkapan para pemain Timnas disusun sedemikian di atas kursi plastik tersebut, sementara jersei berada di belakangnya.
"Intip ruang ganti Garuda Nusantara!," tulis akun @PSSI dikutip pada Senin, 8 Mei 2023.
Hal itu pun menuai beragam tanggapan dari warganet. Pasalnya, penggunaan kursi plastik tersebut mirip seperti yang biasa dipakai untuk hajatan di Indonesia.
"dia dateng ke GBK dikasih locker room yang bagus, kita main disana dikasih locker room seadanya dengan kursi plastik," tulis akun @farhan_riza***.
"Wkwkkw pake kursi hajatan. Paraaahh maneh," tulis akun @ryanbo**.
"Masih salfok sama kursi nya. Kok kaya lagi di hajatan di kampung sana," tulis akun @Ravico**.
"prasmanannya dimana min?," tulis akun @azhxn***.
Sebelumnya, Kamboja selaku tuan rumah sempat menuai kritikan lantaran menampilkan bendera Merah-Putih Indonesia yang terbalik dalam acara pembuka SEA Games ke-32 pada Jumat, 3 Mei 2023, lalu.
Meski begitu, pihak Kamboja telah melakukan permohonan maaf secara langsung dan memastikan kejadian serupa tidak akan terulang.
Jika menikmati momen libur tahun baru 2026 di Tangerang, tak lengkap rasanya jika tidak berkunjung ke kolam renang Water World.
TODAY TAGTes Kemampuan Akademik atau TKA kembali akan dilaksanakan pada 2026 untuk jenjang SD dan SMP. Pelaksanaan asesmen ini dijadwalkan berlangsung pada April 2026 dan dapat diikuti peserta didik dari jalur pendidikan formal, nonformal, maupun informal.
Namun, pertanyaan mendasarnya adalah: apakah memusnahkan ribuan botol miras cukup untuk menyelesaikan persoalan? Ataukah langkah ini justru berisiko menjadi rutinitas seremonial tahunan tanpa menyentuh akar masalah?
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews