Sudah 6 Hari Terbakar, Hujan Buatan untuk TPA Jatiwaringin Malah Tertunda Akibat Hal Ini
Minggu, 5 Juli 2026 | 19:50
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TANGERANGNEWS.com-Persikota Tangerang baru saja menuntaskan laga perdana 80 Besar Liga 3 Nasional. Bermain di hadapan ribuan pendukungnya, Persikota Tangerang melawan Persab Brebes dengan skor akhir tanpa gol.
Kepala Pelatih (Head Coach) Persikota Tangerang Fachrudin menuturkan, kesebelasan berjuluk “Bayi Ajaib” tersebut telah bermain dengan kekuatan yang maksimal.
Terlebih, laga tadi merupakan momentum Istimewa karena merupakan laga perdana Persikota Tangerang kembali bermain di kandangnya sendiri, Stadion Benteng Reborn, setelah lebih dari satu dasawarsa.
“Bisa dilihat bersama, hasil imbang tadi tentunya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Meski begitu, kami tetap bertekad dapat menebusnya di laga-laga selanjutnya,” ujar Fachrudin selepas pertandingan, Senin 29 April 2024.
Ia melanjutkan, Persikota Tangerang akan terus mengevaluasi strategi permainan untuk menyambung laga-laga lanjutan dalam beberapa pekan ke depan.
Seperti yang telah ditargetkan, Persikota Tangerang tetap optimis mampu mengamankan peluang untuk promosi ke kasta kompetisi yang lebih tinggi.
“Secara teknis permainan sebenarnya telah berjalan dengan skema yang disiapkan. Oleh karenanya, kami bertekad akan memperbaiki untuk meraih hasil maksimal di laga-laga selanjutnya,” tambahnya.
Selain itu, Persikota Tangerang masih mempunyai agenda laga lanjutan, seperti melawan Kartanegara FC, Persidago Gorontalo dan MBS Batam.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) harus ditunda kembali.
TODAY TAGBulan Juli 2026, Kota Tangerang akan diramaikan dengan tiga event akbar yakni Festival Cisadane, Festival Kali Sabi, dan Halal Fest 2.
Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menaikkan tingkat aktivitas Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, di antara Pulau Jawa dan Sumatra, dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga).
Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews