Nikmati Kopi Sambil Merasakan Kehangatan Pelayanan Penyandang Disabilitas di Bisa Cafe Karawaci
Minggu, 26 Juli 2026 | 21:38
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TANGERANGNEWS.com- Bisnis sepak bola memang dinilai cukup menjanjikan, namun tidak sedikit yang justru merugi setelah terjun ke dalamnya. Penulis buku Soccernomics Simon Kuper menyebut bisnis ini sebenarnya merupakan investasi yang berisiko tinggi.
Meski demikian, banyak artis di Indonesia yang tergoda untuk membeli klub sepak bola lokal. Sayangnya, sebagian besar justru harus menelan kerugian besar. Siapa saja? Berikut ulasannya seperti dikutip dari kanal YouTube Starting Eleven Story, Rabu, 13 November 2024.
Raffi Ahmad dan Rans Nusantara FC
Nama Raffi Ahmad menjadi salah satu pionir artis yang membeli klub sepak bola. Pada Maret 2021, Raffi bersama Prestige Motors resmi mengakuisisi Cilegon United dan mengubah namanya menjadi Rans Cilegon FC.
Investasi ini tidak main-main, diperkirakan Raffi menggelontorkan dana sebesar Rp300 miliar untuk akuisisi dan pengembangan klub. Ia juga berinvestasi di infrastruktur dengan membangun fasilitas lapangan sepak bola di berbagai kota.
Setelah diakuisisi, Raffi berusaha membawa perubahan dengan merekrut sejumlah pemain bintang seperti Christian Gonzales dan Asri Akbar. Bahkan, Rans Cilegon FC berhasil promosi ke Liga 1 di musim debutnya di Liga 2. Sayangnya, keberuntungan tidak berpihak di Liga 1.
Pada musim 2022-2023, performa Rans Nusantara merosot dan terpaksa kembali turun ke Liga 2.
Kerugian pun tak terhindarkan, Raffi bahkan mengaku mengalami kerugian hingga lebih dari Rp16 miliar.
Rans Nusantara FC juga berpindah-pindah markas, mulai dari Tangerang, Sleman, hingga Pasuruan, yang semakin membebani biaya operasional klub. Meski begitu, Raffi Ahmad tetap optimis dan masih bertahan sebagai pemilik klub sampai saat ini.
Atta Halilintar dan FC Bekasi City
Atta Halilintar juga sempat terjun ke bisnis sepak bola dengan membeli PS Pati yang kemudian diubah namanya menjadi FC Bekasi City. Namun, langkah Atta tak semulus yang diharapkan.
Setelah merogoh kocek hingga Rp25 miliar per tahun untuk mengelola klub, Atta harus menelan kerugian besar ketika kompetisi Liga 2 musim 2022-2023 dihentikan.
Akibatnya, Atta memutuskan untuk melepaskan pengelolaan klub kepada temannya, Putra Siregar, dan lebih fokus pada bisnis futsal dengan klub Pendekar United.
Langkah ini diambil setelah merasa kesulitan mempertahankan klub di tengah biaya operasional yang tinggi dan pemasukan yang minim.
Prilly Latuconsina dan Persikota Tangerang
Aktris multitalenta Prilly Latuconsina mungkin menjadi yang paling singkat dan mengejutkan. Pasalnya, pada Februari 2022, tiba-tiba Prilly mengumumkan telah mengakuisisi Persikota Tangerang, klub berjuluk "Bayi Ajaib" yang saat itu berlaga di Liga 3.
Prilly berencana membawa Persikota promosi ke Liga 2, namun impian tersebut kandas ketika mereka memilih walkout dalam pertandingan melawan Farmel FC di babak 16 besar.
Hal ini disebabkan Persikota merasa dirugikan oleh keputusan wasit dan akhirnya mendapatkan sanksi pengurangan poin, yang membuat mereka gagal promosi.
Tak lama setelahnya, pada April 2022, Prilly memutuskan mundur sebagai pemilik klub. Hingga kini, tidak ada alasan jelas mengapa Prilly memutuskan menarik diri, meskipun sebelumnya ia sempat menyatakan siap merugi demi membangun Persikota.
Menikmati secangkir kopi hangat kini tidak hanya sekadar soal rasa, tetapi juga tentang merayakan kesetaraan.
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berencana menetapkan status siaga darurat bencana kekeringan, menyusul banyaknya kebakaran dan kekurangan air bersih akibat fenomena El Nino Godzilla yang melanda wilayah tersebut.
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews