Connect With Us

Pendekar Cisadane Buka Paruh Kedua Musim dengan Kemenangan Lawan PSIS Semarang

Rangga Agung Zuliansyah | Senin, 13 Januari 2025 | 21:35

Persita Tangerang melawan PSIS Semarang dalam lanjutan pekan ke-18 BRI Liga 1 2024/25, di Stadion Pakansari, Minggu 12 Januari 2025 sore. (@TangerangNews / Istimewa)

TANGERANGNEWS.com-Raihan poin penuh sukses diraih oleh Persita kala menjamu PSIS Semarang di lanjutan pekan ke-18 BRI Liga 1 2024/25.

Bermain di Stadion Pakansari, Minggu 12 Januari 2025 sore, Pendekar Cisadane meraih kemenangan dengan skor 2-1 atas Mahesa Jenar.

Gelandang asal Brasil, Eber Bessa tampil apik di laga debutnya, setelah berhasil mencetak gol dan memberikan assist kepada striker Marios Ogkmpoe.

Tim tamu sempat menyamakan kedudukan di babak pertama lewat gol dari Septian David Maulana.

Pelatih Fabio Lefundes sendiri langsung memainkan dua nama anyar sejak menit pertama, selain Eber Bessa, bek asal Kirgistan, Tamirlan Kozubaev juga tampil di jantung pertahanan Pendekar.

Pendekar langsung unggul cepat pada menit ke-3 lewat gol yang disarangkan oleh Marios setelah menerima umpan terobosan dari Eber. Tendangan keras pemain asal Yunani itu tak bisa dibendung oleh Syahrul Trisna dan membuka keunggulan bagi Persita.

Namun keunggulan itu tak bertahan lama setelah di menit ke-11, Septian David Maulana melepaskan sepakan untuk mengubah kedudukan kembali berimbang 1-1.

Pendekar mencoba untuk terus tampil menekan dengan mengandalkan pergerakan Eber dan juga dua pemain muda Ikhwan Ali Tanamal dan Yardan Yafi, tapi skor 1-1 bertahan hingga jeda waktu babak pertama.

Begitu juga di babak kedua, Pendekar terus mencari keunggulan dengan melepaskan beberapa percobaan ke gawang PSIS.

Keunggulan itu akhirnya datang di menit ke-51, usai Eber Bessa mencatatkan namanya di papan skor setelah hasil tendangannya masuk ke gawang Syahrul Trisna.

Kerjasama Toha dan Marios membuka posisi Eber yang berdiri bebas untuk melepaskan tendangan ke sudut gawang lawan.

Marios memiliki peluang emas ketika sudah berhadapan dengan kiper lawan, namun tendangannya masih bisa dihalau oleh Syahrul Trisna.

Petaka terjadi untuk PSIS Semarang setelah kehilangan satu pemainnya, usai pada menit ke-58 usai Evandro Brandao tertangkap VAR melakukan sikutan kepada Bae Sin yeong dalam skema tendangan sudut.

Bermain dengan 10 pemain PSIS justru tampil menekan dengan sejumlah peluang. Namun barisan rapat pertahanan Persita mampu mempertahankan kedudukan hingga skor 2-1 hingga peluit akhir.

Dengan tambahan tiga poin ini, Persita kini menduduki peringkat kelima klasemen sementara dengan raihan 30 poin dari 18 pertandingan.

BANTEN
Gegara Jalan Rusak, Tukang Ojek Gugat Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Rp100 Miliar

Gegara Jalan Rusak, Tukang Ojek Gugat Pemprov Banten dan Pemkab Pandeglang Rp100 Miliar

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:53

Seorang tukang ojek asal Pandeglang, Al Amin, melayangkan gugatan perdata terhadap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten.

TOKOH
Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Deretan Kasus dan Kontroversi Habib Bahar Bin Smith, Terbaru Diduga Ikut Aniaya Anggota Banser di Cipondoh

Selasa, 3 Februari 2026 | 21:28

Nama Habib Bahar bin Smith kembali muncul dalam kasus perkara hukum. Ulama kontroversial ini ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan terhadap seorang anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) di wilayah Cipondoh,

OPINI
Menakar Kembali Pilkada: Mengembalikan Mandat Kepala Daerah ke DPRD

Menakar Kembali Pilkada: Mengembalikan Mandat Kepala Daerah ke DPRD

Selasa, 24 Februari 2026 | 21:51

Pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung selama hampir dua dekade terakhir telah menjadi simbol penting demokrasi lokal di Indonesia.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill