TANGERANGNEWS.com-BRI Super League pekan ke-9 menyajikan duel seru antara Persita Tangerang melawan tim promosi, PSIM Yogyakarta, di Indomilk Arena pada Jumat, 17 Oktober 2025, pukul 15.30 WIB. Laga ini tak hanya krusial dalam perebutan posisi papan atas klasemen, tetapi juga diwarnai reuni emosional dengan kembalinya dua mantan bintang Pendekar Cisadane.
Pertandingan ini mempertemukan Persita yang berada di posisi kedua klasemen dengan 13 poin (hasil dari empat kemenangan beruntun), melawan PSIM yang menguntit ketat di peringkat ketiga dengan 12 poin.
Ancaman dari Mantan
Fokus utama penggemar Persita tentu tertuju pada dua pemain di kubu Laskar Mataram (PSIM) yang pernah mengenakan seragam ungu: Ezequiel Vidal dan Fahreza Sudin. Keduanya pernah membela Persita dalam beberapa musim terakhir dan kini siap menjadi ancaman bagi tim tuan rumah.
Selain Vidal dan Sudin, Persita di bawah asuhan Carlos Pena juga wajib mewaspadai pemain kunci PSIM lainnya, seperti Ze Valente, Nermin Haljeta, dan Anton Fase. Namun, PSIM dipastikan tampil tanpa pemain asal Belanda, Donny Warmerdam, yang masih menjalani pemulihan cedera.
Tekanan dan Mentalitas
Menyikapi tren positif timnya dan ancaman dari lawan, Pelatih Persita, Carlos Pena, memilih untuk tetap membumi.
"Kami bukan salah satu favorit dan kami tidak ingin mendengar 'kebisingan' di luar. Masih terlalu dini untuk melihat klasemen," ujar Carlos Pena, menekankan pentingnya fokus dari pertandingan ke pertandingan.
Pena menegaskan bahwa tidak ada pertandingan yang mudah di liga, terutama melawan tim dengan rekor tandang yang bagus seperti PSIM. "Semua orang di tim tahu bahwa kami harus memberikan 100% jika ingin meraih poin dari pertandingan apa pun," lanjutnya.
Pertemuan terakhir kedua tim terjadi pada tahun 2012 di babak semifinal Divisi Utama Liga Indonesia, yang kala itu didominasi oleh Persita. Namun, kondisi kini jauh berbeda, dan duel di Indomilk Arena kali ini dipastikan akan menjadi ajang pembuktian mentalitas kedua tim di papan atas BRI Super League.