Connect With Us

Muhyi Sebut Kelaminnya Tak Bisa Disambung

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 24 September 2013 | 16:24

Abdul Muhyi (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGERANG-Abdul Muhyi,22,  korban pemotongan kelamin oleh Neneng binti Nacing, mengaku kesulitan buang air kecil.
Hal itu dikatakannya ketika Ketua Majelis Hakim Bambang Edi menanyakan kondisinya saat peridangan di Pengadilan Negeri Tangerang, Selasa (24,9).

"Sekarang gimana kondisi kamu? Gimana kalau buang air kecil, masih sakit?" tanya Ketua Majelis Hakim Bambang.
"Sudah sembuh, waktu awal-awal buang air kecil bermasalah, seperti perempuan, kemana-mana," kata Muhyi.

Ditanya apakah bisa disambung kembali kemaluannya? Muhyi mengaku tidak bisa. "Kata dokter sudah tidak bisa disambung, karena waktunya sudah lebih. Saya dua bulan berobat, tapi ya tetap seperti ini," katanya.
 
BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill