Connect With Us

Air Bawah Tanah Dikomersilkan, Dua Perusahaan Disegel

Bastian Putera Muda | Rabu, 26 Februari 2014 | 19:26

Ilustrasi Air (Rangga A Zuliansyah / TangerangNews)


TANGSEL-Sumur Air Bawah Tanah (ABT) milik dua perusahaan disegel petugas gabungan dari Pemkot Tangsel. Hal itu disebabkan, kedua perusahaan tersebut diduga tidak mengantongi izin pengambilan ABT. 
 
Kedua perusahaan itu adalah PT Betania Multisarana di Plaza Ciputat dan PT Kharisma Sentosa di kawasan Mega Mall Ciputat, Kota Tangsel. 
 
Dua perusahaan itu dituding  terbukti melanggar Undang-undang No.7/2004 tentang Sumber Daya Air, melanggar Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 43 Tahun 2008, serta Perda No. 7 Tahun 2010 tentang Pajak Daerah. 
 
Dalam aturannya, bagi pihak yang mengkomersilkan penggunaan air bawah tanah, wajib memiliki izin dan membayar pajaknya. Nantinya besaran biaya tergantung dari penggunaan air, yakni tercantum dalam meteran yang ditempel di mesin pompa penyedot air.
 
"Jika masih nekat melanggar, sanksi pidana kurungan minimal tiga bulan, akan menimpa siapapun yang melanggar. Makanya, kami tidak tegas bagi pelaku usaha yang melanggar," kata kepala Disperindag Kota Tangsel Muhamad, Rabu (26/2).
 
Sepengetahuan Muhammad dua perusahaan tersebut mengambil air bawah tanah untuk dikomersialkan kepada pedagang maupun masyarakat di sekitar pasar Ciputat.
 
Dengan disegelnya mesin air dua perusahaan ini, perusahaan yang belum memiliki izin atas penggunaan air bawah tanah untuk segera mengurusnya.  
 
"Sebelum perusahaan belum mengurus izin. Sumur ini tidak boleh dipergunakan," ucapnya.
 
Sekretaris Disperindag Dahlia Nadeak menambahkan PT Betania Multi Sarana mempunyai dua sumur bawah tanah, pertama yang dipantek dan pengeboran kedalamannya lebih dari 100 meter.  
 
"Dua perusahaan ini tidak memiliki izin atas peruntukan air bawah tanah ini sangatlah merugikan karena tidak membayar pajak air bawah tanah," ujarnya.
KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

SPORT
Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Pesta Gol di Kandang Lawan, Persita Tangerang Bantai Persik Kediri 1-5

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 20:57

Berlaga di kandang lawan justru tidak membuat Persita Tangerang gentar. Skuad berjuluk Pendekar Cisadane mampu menekuk lutut Persik Kediri dengan skor telak 1-5 dalam laga pekan kedelapan Super League 2026-2027 yang digelar di Stadion Brawijaya

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill