Connect With Us

Warga di TPS Airin Lebih Pilih Jogging Dibanding Nyoblos

Dena Perdana | Rabu, 9 Desember 2015 | 09:57

Airin bersama anak nyoblos bareng di TPS 17 di Cluster Sutera Narada 5 Rt 01/05 Alam Sutera, Pakulonan, Serpong Utara, Kota Tangsel, Rabu (9/12). (Rangga A Zuliansyah / Tangerangnews)


TANGERANG SELATAN - Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) di Tempat Pemungutan Suara (TPS) nomor 17 Tangerang Selatan, Eva Robson, menilai warga di sana baru mulai memilih menjelang siang hari. TPS 17 bertempat di Sutera Narada, Alam Sutera, dekat rumah calon wali kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany.

"Ini dari 380 DPT, baru 20an yang milih. Pada jogging dulu biasanya warga di sini pagi-pagi sama sepedaan. Baru milih nanti siang," kata Eva sekitar pukul 09.00 WIB, Rabu (9/12/2015).

Dari 380 DPT, ada 270 pemilih laki-laki dan 120 pemilih perempuan yang mencakup warga satu komplek di Cluster Sutera Narada dan satu cluster lainnya di dekat Sutera Narada. TPS tersebut telah dibuka sejak pukul 07.00 WIB dan hanya diramaikan oleh kedatangan Airin beserta anaknya,  beserta awak media yang meliput.

Setelah Airin dan Givari selesai mencoblos, TPS kembali diramaikan dengan kedatangan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dan Gubernur Banten Rano Karno. Namun, setelah mereka semua beranjak pergi, TPS kembali sepi dan hanya didatangi satu-dua orang warga.

Salah satunya William Setia Atmadja ,17, warga komplek yang menjadi pemilih pemula. Dia mendapat informasi seputar pilkada dari teman-teman di sekolahnya dan memutuskan ingin memilih sendiri.

"Saya datangnya sama papi. Teman-teman sebenarnya banyak yang komporin buat pilih yang ini atau yang itu, tapi saya sudah punya pilihan, pilih yang ngomongnya meyakinkan saja," tutur William.

KAB. TANGERANG
Pembakar Sampah Liar di Kabupaten Tangerang Bisa Dipenjara 6 Bulan dan Denda Rp50 Juta

Pembakar Sampah Liar di Kabupaten Tangerang Bisa Dipenjara 6 Bulan dan Denda Rp50 Juta

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:27

Pemerintah Kabupaten Tangerang (Pemkab) Tangerang akan menindak tegas pelaku pembakaran sampah liar dengan menjerat hukuman penjara 6 bulan atau denda Rp50 Juta.

HIBURAN
Bukan Cuma Bebersih, Ini Alasan Kamar Mandi Jadi Tempat Rileks Rumah Modern

Bukan Cuma Bebersih, Ini Alasan Kamar Mandi Jadi Tempat Rileks Rumah Modern

Selasa, 28 Juli 2026 | 17:08

Di tengah ritme kehidupan urban yang serba cepat, standar kemewahan sebuah hunian telah bergeser secara fundamental.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill