Connect With Us

16 Hari Disekap dengan Tangan Terborgol

| Minggu, 24 Januari 2010 | 18:40

Borgol (tangerangnews / dens)

 
 
TANGERANGNEWS-Sukarman, sales sandal dan sepatu, disekap dan diborgol di tempat tidur selama 16 hari di Graha Bintaro, Pondokkacang Barat. Bosnya, seorang pengusaha kelontong, Rk, memperlakukan dia seperti itu karena korban diduga menggelapkan uang Rp 8 juta.
 
Korban berhasil diselamatkan polisi setelah menerima laporan dari keluarga Sukarman. Saat ini, kata Kapolsek Pondokaren, AKP Tatang Andi, Rk, sudah ditangkap dan tengah diperiksa.
 
Berdasarkan keterangan di tempat kejadian, korban adalah karyawan di perusahaan milik Rk. Dia bekerja sebagai sales sandal dan sepatu selama setahun terakhir ini. Korban mendapat gaji sebesar Rp 400.000 per bulan dengan uang makan dan transportasi Rp 33.000 per hari
 
Rk menuding Sukarman telah menggelapkan uang perusahaan sebesar Rp 8 juta. Menurut AKP Tatang, uang yang digelapkan Sukarman adalah uang hasil penjualan sandal dan sepatu selama beberapa bulan.
 
Karena tidak bisa mengembalikan uang itu, Rk menghukum Sukarman dengan cara menyekapnya. Agar tidak lari, korban diborgol di tempat tidur. Selama disekap, Sukarman mengaku tidak dianiaya. Namun dia tidak bisa mandi setiap hari. "Tergantung kedatangan Pak Rk, karena dia tidak tiap hari datang. Jadi, kadang dua hari sekali saya baru bisa mandi," katanya.
 
Jika Rk tidak datang, Sukarman terpaksa menunda mandi. Bahkan buang air kecil dan air besar pun terpaksa dia lakukan di tempat penyekapan. "Tangan saya diborgol, jadi ya buang airnya pakai plastik. Tapi karena tidak biasa, saya tidak bisa buang air besar pake plastik," tuturnya.
 
Sementara untuk makan, Sukarman mengaku masih diberi makan meski waktunya tidak menentu. "Tapi ya itu, makanannya seadanya. Kadang pake indomie, kadang cuma nasi sama telor saja. Mungkin karena ini juga saya tidak setiap hari buang air besar," ujarnya.
Makanan itu kata korban biasanya diantarkan karyawan lain atau satpam perumahan.
Digerebek
 
Keluarga mendapat kabar bahwa Sukarman disekap bosnya. Istri Sukarman melaporkan perlakuan bos suaminya itu ke Polsek Pondokaren, Tanggerang. Polisi yang menerima laporan, kemudian melakukan penggerebekan. Rk pun ditangkap.
 
Polisi membebaskan Sukarman pada pukul 03.00 dini hari, Sabtu (23/1). Menurut Tatang
Andi, begitu menerima informasi dari istri Sukarman, seketika itu juga tim reserse Polsek Pondokaren yang berjumlah lima orang mendatangi ruko tempat Sukarman disekap.
"Dia disekap mulai tanggal 6 - 22 Januari 2010, karena dianggap telah menggelapkan uang perusahaan Rp 8 juta," ucap Tatang. "Untuk sementara ini kami masih menyelidiki kasus ini. Karena bisa saja uang yang digelapkan lebih dari itu," ujar Tatang.
 
Sementara itu, Sukarman yang ditemui wartawan di Polsek Pondokaren, mengakui telah menggelapkan uang perusahaan kelontong milik Rk. Menurut Sukarman, uang tersebut dia gunakan untuk menutup biaya hidupnya. Karena gaji sebesar Rp 500.000/bulan, tidak bisa memenuhi kebutuhan keluarganya. "Istri dan tiga anak saya tinggal di Yogya, sering kali uang yang saya kirim tidak mencukupi. Ya terpaksalah saya menggunakan uang setoran untuk perusahaan," ucapnya.
 
Sukarman mengaku bertugas sebagai sales yang menjual berbagai macam barang dari plastik seperti lampu, celengan, dll.
 
Awalnya Sukarman menggunakan uang perusahaan sebesar Rp 4 juta untuk menutupi kebutuhan yang mendesak. "Pak Rk tahu masalah ini dan saya dimarahi, saya disuruh ganti uangnya," ujar Sukarman.
 
Sejak saat itu kondisi keuangan Sukarman kian memburuk, karena dia harus membayar ganti rugi sebesar Rp 400.000/bulan. "Coba bayangkan Pak, uang yang tersisa cuma Rp 100.000/bulan, ditambah uang makan dan transport Rp 33.000/hari. Mana cukup?" ujarnya.
 
Sukarman makin pusing ketika ada empat toko yang biasa dipasoknya, bangkrut, dan menunggak Rp 2,3 juta. " Pak Rk marah pada saya. Dia meminta saya mengganti uang itu," kata Sukarman.
 
Sementara itu, hingga petang kemarin, Rk belum bisa diminta tanggapannya karena masih menjalani pemeriksaan di Polsek Pondokaren. Wartawan dilarang untuk menemui Rk. "Jangan ditemui dulu, karena kami masih mengembangkan kasus ini," ujar Tatang Andi. (wartakota)

WISATA
Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Catat Jadwalnya, Festival Layang-layang Meriahkan Akhir Pekan di Paramount Petals

Minggu, 18 Oktober 2026 | 12:15

Paramount Petals Tangerang menghadirkan Festival Layang-layang Paramount Petals sebagai pilihan aktivitas akhir pekan bagi keluarga.

BANTEN
Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Gelontorkan Rp8,15 Miliar Tahun Ini, Pemprov Banten Targetkan Anggaran Bansos Naik pada 2027

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:43

Gubernur Banten Andra Soni menargetkan alokasi anggaran bantuan sosial (bansos) akan mengalami peningkatan pada tahun 2027 mendatang, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial dan menekan angka kemiskinan.

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill