Connect With Us

Pelaku Potong Jari & Kuping Anak Punk di Pamulang

Rachman Deniansyah | Rabu, 6 Februari 2019 | 14:00

Satuan Reskrim Polres Tangsel bersama Polsek Pamulang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang anak Punk yang tewas dalam keadaan mengenaskan di sekitar perempatan Gaplek, Pamulang, Tangsel. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Satuan Reskrim Polres Tangsel bersama Polsek Pamulang menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang anak Punk berinisial MR, 16, di sekitar perempatan Gaplek, Kecamatan Pamulang, Tangsel, Rabu (16/1/2019) lalu.

Dalam rekonstruski adegan itu, pembunuhan berlangsung sadis. Pelaku tak hanya menikam, tapi juga memotong jari kelingking dan kuping korban.

Rekonstruksi diperankan oleh tiga dari tujuh tersangka yang sudah dibekuk yakni Ikkiusan, 20, Mudiansyah alias Comot, 29, dan Afri Dandi alias Dandi. 

Sedangkan empat tersangka yang masih buron, yakni Tito, Yudi, Agus, dan Andre dilakukan oleh peran pengganti. 

Rekonstruksi berjalan di tiga tempat berbeda, diantaranya Polsek Pamulang, halaman parkir KFC Gaplek, dan tempat lokasi penemuan mayat di sekitar perempatan Gaplek, Pamulang. 

Kegiatan tersebut sempat menyedot perhatian dari masyarakat yang ingun menyaksikan adegan perbuatan keji para tersangka. 

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho menjelaskan, rekonstruksi ini dilakukan demi mendapatkan fakta riil kronologi pembunuhan tersebut di lapangan.

"Kira ingin lihat bagaimana tersangka serta saksi yang dijerat dugaan tindak pidana yang kita sangkakan, yakni pasal pembunuhan berencana," jelas Alex setelah menggelar rekontruksi di sekitar perempatan Gaplek, Pamulang, Rabu (6/2/2019).

Dalam rekonstruksi ini terdapat 26 adegan, mulai dari tersangka merencanakan perbuatannya, sampai bagaimana mereka melarikan diri. 

"Mulai dari para tersangka merencanakan akan membalas dendam kepada kelompok korban akibat friksi di malam sebelumnya, dan terakhir adegan melarikan diri dengan membuang potongan tubuh di salah satu sungai anak ciliwilung di Kota Bogor," bebernya. 

Inti dari pembunuhannya, kata Alex, ada di adegan 16 sampai 21. Pembunuhan tersebut berlangsung sadis, di mana korban dipukuli oleh tersangka saampai ditusuk. Kemudian jari kelingking dan daun telinga sebelah kirinya dipotong. 

Dalam reka adegan kali ini, Alex mengaku bahwa pihaknya menemukan dua fakta baru dari kasus tersebut. 

"Paling tidak, pasal pembunuhan berencana sudah tepat, karena mereka merencanakan. Sudah dari awal membawa pisau, mengincar korban," tuturnya. 

"Selain itu, mereka berencana melarikan diri. Faktanya mereka ditangkap di Kota Bogor sampai Kabupaten Sukabumi," tambahnya.(RAZ/RGI)

TOKOH
Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Selamat Jalan, Penyanyi Vidi Aldiano Meninggal Dunia Usai Berjuang Lawan Kanker

Sabtu, 7 Maret 2026 | 18:51

Kabar duka datang dari dunia musik Indonesia. Penyanyi Vidi Aldiano dikabarkan meninggal dunia pada usia 35 tahun. Informasi tersebut disampaikan sejumlah musisi Tanah Air melalui media sosial pada Sabtu, 7 Maret 2026, dikutip dari Kompas.

KOTA TANGERANG
Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kota Tangerang Dorong Daycare Ikut Program Tamasya

Cegah Kekerasan Anak, DP3AP2KB Kota Tangerang Dorong Daycare Ikut Program Tamasya

Rabu, 29 April 2026 | 19:33

Kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di daycare Umbulharjo, Yogyakarta, menjadi perhatian berbagai pihak.

TEKNO
Aplikasi Chat Buatan Elon Musk Tantang WhatsApp dan Telegram, Bakal Dirilis Global

Aplikasi Chat Buatan Elon Musk Tantang WhatsApp dan Telegram, Bakal Dirilis Global

Rabu, 29 April 2026 | 08:42

Platform milik Elon Musk kembali meluncurkan layanan baru di sektor komunikasi, bernama XChat. Aplikasi ini mulai tersedia secara global dan sudah bisa digunakan oleh sebagian pengguna, termasuk di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill