Jangan Sepelekan Nyeri Sendi Pagi Hari! Kenali Gejala dan Bahaya Rheumatoid Arthritis
Rabu, 12 Agustus 2026 | 21:57
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TANGERANGNEWS.com-Caleg DPR RI dari Partai Golkar Andi Achmad Dara, mengajak komunitas motor menghapuskan stigma negatif yang selama ini dialamatkan pada mereka, dengan cara memberikan pendidikan keselamatan berkendara bagi masyarakat.
Caleg yang maju dari Dapil Banten III meliputi Kota dan Kabupaten Tangerang juga Tangerang Selatan dengan nomor urut satu ini menjelaskan, selama ini diketahui ada stigma negatif terhadap komunitas motor.

Namun hal itu bisa ditepis dengan memberikan pendidikan ke masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara.
“Kita hapus stigma negatif di masyarakat. (Klub) Satu Jiwa adalah awal dari kesuksesan kita, bangun silaturahmi. Kalau lihat komunitas motor ini, saya ingat 40 tahun lalu saat ikut juga di klub motor. Saya bangga komunitas ini banyak kegiatan positifnya,” katanya saat acara Kongkow Bareng Bang Andi di Waroeng Penyet, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, Minggu malam (7/4/2019).
Mendengar itu, apresiasi dan dukungan pun diberikan atas perhatian anggota Komisi XI DPR RI ini, kepada komunitas motor.
Presiden Satu Jiwa Indonesia Bambang Prastio menilai, Andi Dara tulus merangkul seluruh elemen di masyarakat. Tak terkecuali komunitas motor di Tangerang Raya.
“Sebenarnya sudah lama Pak Andi ingin kongkow bareng kami. Alhamdulillah malam ini akhirnya tercapai, kita bisa saling ngobrol dan bertukar pikiran,” kata Bambang.
Melalui pertemuan ini, Komunitas Satu Jiwa Indonesia dengan yakin memberikan dukungan terhadap Andi Achmad Dara sebagai sosok wakil rakyat yang patut dijadikan contoh.
“Tak ada lagi keraguan mendukung Bang Andi. Berkepribadian positif dan berwawasan luas,” tutur Bambang.(RAZ/HRU)
Sebagian besar masyarakat sering menganggap nyeri sendi sebagai keluhan ringan akibat kelelahan fisik atau cedera biasa.
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews