Connect With Us

Perusahaan di Tangsel ini Musnahkan Sampah Minim Polusi

Yudi Adiyatna | Senin, 15 Juli 2019 | 20:18

Tampak mesin pengelola sampah produksi ABU & Co di wilayah Serpong. (TangerangNews/2019 / Yudi Adiyatna)

TANGERANGNEWS.com -Sampah menjadi masalah pelik yang dihadapi kota-kota di Indonesia. Hingga saat ini, pemerintah daerah masih kesulitan mendapatkan teknologi yang efektif untuk mengatasi bekas konsumsi manusia itu.

Hadirnya terknologi tepat guna ditawarkan mesin pengelola sampah produksi ABU & Co. Perusahaan yang berdomisili di wilayah Serpong  mengembangkan sebuah mesih pemusnah sampah yang bisa  menghancurkan sampah sebanyak 20 ton perhari dan nyaris bebas bau.

Tampak mesin pengelola sampah produksi ABU & Co di wilayah Serpong.

Menurut Kemal Pasya, pendiri ABU & Co perusahaannya telah melayani pengolahan sampah di Kota Tangsel selama lebih dari 25 tahun. 

Namun baru setahun terakhir ini menguji coba sistem baru yang diklaimnya efisien. Ia menyebut, pihaknya telah melayani pengelolaan sampah sekitar 10 ribu rumah di kawasan BSD.

Kata dia, sampah sebanyak itu diolah hanya dalam sehari, artinya tidak ada lagi sisa sampah dari pelanggan yang menumpuk, sehingga tidak meimbulkan polusi bagi lingkungan.

Baca Juga :

"Ini berkat adanya alat yang kami miliki, yang berteknologi Musayama atau singkatan musnah sampah kaya manfaat " ujar Kemal, Senin (15/7/2019) 

Ia mengatakan, mesin tersebut dapat beroperasi selama 24 jam tanpa henti. Sisa pengolahan, kata dia, dapat digunakan untuk berbagai keperluan lainnya.

"Mesin kami bekerja selama 24 jam,  tanpa menggunakan bahan bakar, mampu memusnahkan hingga 20 ton sampah per hari dan dapat menghasilkan banyak produk seperti bahan bakar cair, bahan bakar gas, asap cair dan arang," tambahnya.

Ditambahkan Kepala Teknik Musayama, Achsan Indriadi, mesin ini telah diuji selama 1 tahun,  digunakan 24 jam setiap harinya, tanpa menggunakan bahan bakar. Ia mengatakan, mesin itu minim asap serta hemat listri.

Bahan yang digunakan, kata dia, 100 persen menggunakan material lokal dan teknologi lokal.

"Harapannya agar dapat diikuti oleh pengelola sampah lainnya di Indonesia, dan Teknologi asli karya bangsa Indonesia ini dapat berkembang dan menjadi solusi bagi permasalahan sampah di Indonesia," pungkasnya.(RMI/HRU)

KAB. TANGERANG
20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

20 Ribu Pekerja Informal di Kabupaten Tangerang Belum Terlindungi Jaminan Sosial, Pemkab Ngarep Bantuan CSR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 22:13

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang mencatat masih ada sekitar 20.000 pekerja sektor informal di wilayahnya yang hingga saat ini belum tersentuh jaminan sosial.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

TANGSEL
Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Korban Tewas Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel Bertambah Usai Dirawat Intensif, Total Jadi 3 Orang

Kamis, 29 Oktober 2026 | 19:58

Jumlah korban meninggal dunia akibat insiden ledakan tabung di Pasar Cimanggis, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bertambah menjadi tiga orang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill