Connect With Us

Capaska Tangsel Meninggal, Diduga Dipicu Oknum Pelatih

Rachman Deniansyah | Sabtu, 3 Agustus 2019 | 17:30

Suasana di kediaman almarhum Aurellia Qurratuaini, 16. Siswa kelas XI SMA Al-Azhar BSD di Perumahan Taman Royal II, Cipondoh, Kota Tangerang. (TangerangNews/2019 / Achmad Irfan Fauzi)

 

TANGERANGNEWS.com-Farid Abdulrahman, Ayah Aurelleia Qurratuaini yang meninggal dunia saat masa pelatihan Calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Capaska) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengharapkan pola pelatihan Capaska dirubah.  

Ia meminta kepada para pemangku kepentingan untuk memperhatikan Standar Operasional Prosedur (SOP) pelatihan Capaska tersebut. 

"Jadi hal-hal yang di luar SOP pelatihan paskibraka itu yang kami harapkan untuk bisa dihilangkan dan dievaluasi secara keseluruhan," katanya. 

Sehingga  menurutnya,  tak ada lagi korban yang merasa diberatkan secara psikologisnya. 

"Sehingga tidak ada lagi korban (seperti) Aurel-aurel selanjutnya," imbuhnya. 

Meski telah mengikhlaskan kematian anaknya karena takdir, namun Farid menilai ada hal yang menjadi sebab kematian anaknya.  

Baca Juga :

"Akan tetapi kecapean yang dia rasakan. Hal-hal yang di luar sistem itulah yang mungkin menyebabkan semakin dropnya kondisi fisik anak kami," ujarnya.  

Ia menduga ada yang memberatkan mental dan fisik anaknya. Hal itu karena kehadiran beberapa oknum di luar pelatih resmi yang memberikan tugas tambahan kepada anaknya. 

"Yang memberikan tambahan-tambahan pekerjaan seperti mengisi diary tiap hari. Kemudian adanya push up kepal bagi wanita yang sebenarnya sudah tidak boleh dilakukan, (serta) skot jump. Hal-hal ini yang mungkin menambah pressure (tekanan) psikologis anak," pungkasnya.(RMI/HRU)

KOTA TANGERANG
Pengedar Etomidate Diringkus Polisi saat Mau Transaksi di Pinggir Jalan Karang Tengah, 30 Cartridge Disita

Pengedar Etomidate Diringkus Polisi saat Mau Transaksi di Pinggir Jalan Karang Tengah, 30 Cartridge Disita

Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:03

Tim Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya menggagalkan dugaan peredaran puluhan cartridge berisi zat obat bius keras berjenis etomidate.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

TEKNO
Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Fundamental dan Teknikal Solana di Akhir Tahun 2026

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:16

Solana memasuki akhir 2026 dengan sejumlah katalis yang dapat menentukan arah harga SOL. Pertumbuhan ekosistem, aktivitas jaringan, pengembangan aplikasi terdesentralisasi, serta kondisi pasar kripto menjadi faktor fundamental yang perlu

SPORT
Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Bukan Tuan Rumah, 3 Venue di Kota Tangerang Dipakai PORPROV VII Banten 2026

Jumat, 9 Oktober 2026 | 19:47

Tiga sarana olahraga milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi ditunjuk sebagai lokasi pertandingan untuk tiga cabang olahraga (cabor) dalam ajang Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) VII Banten 2026.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill