Bus ke Baduy Tarif Rp 1 Berlaku Terbatas, Hanya Akhir Pekan Selama Sebulan
Senin, 27 April 2026 | 07:36
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
TANGERANGNEWS.com-Ruas jalan Ir H Juanda, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berubah menjadi lautan mahasiswa.
Dengan mengenakan jas almamater berwarna biru, ribuan mahasiswa dari Universitas Pamulang (Unpam) itu berbondong-bondong menggunakan sepeda motor menuju ke Gedung DPR MPR di bilangan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (24/9/2019).
Saat melewati Kampus UIN Jakarta, mereka bersama-sama menyorakkan yel-yel solidaritas.
"UIN-Unpam kita saudara! UIN-Unpam kita saudara! UIN-Unpam kita saudara!" pekik ribuan mahasiswa dari kedua kampus itu.

Edo, salah satu mahasiswa Unpam yang ikut dalam rombongan konvoi mengatakan, ribuan mahasiswa Unpam itu bergerak atas panggilan hati nurani masing-masing, tanpa ada bayaran dari pihak manapun.
"Kita mahasiswa Unpam ingin menunjukkan kita turun ke jalan, tanpa bayaran sepeserpun. Kita murni bergerak sebagai mahasiswa, kita akan menuju DPR untuk suarakan aspirasi masyarakat," ujar Edo.
Baca Juga :
Ia menjelaskan, isu yang disuarakan tak beda dari aksi sebelumnya pada Senin (23/9/2019) kemarin, yaitu penolakan terhadap revisi Undang-undang KPK dan Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).
Selain itu, menurutnya isu agraria juga menjadi salah satu fokusnya. Semacam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang menyiksa banyak orang lewat dampak asapnya. "Fokus kita reformasi agraria!" pungkasnya.(RAZ/HRU)
TODAY TAGPemerintah Provinsi (Pemprov) Banten meluncurkan program pembayaran berbasis QRIS untuk akses transportasi menuju kawasan wisata Baduy.
Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) resmi meluncurkan inovasi layanan publik berbasis digital, Tangsel One, yang dilengkapi dengan asisten virtual Helita (Helo Kita Tangsel).
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews