Connect With Us

Ambil HT Polisi Saat Aksi di DPR RI, Mahasiswa UIN Jakarta Diciduk

Rachman Deniansyah | Kamis, 26 September 2019 | 21:01

Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) UIN Jakarta Mufti Arif. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta diciduk aparat kepolisian di wilayah Ciputat, Rabu (25/9/2019) malam. 

Diketahui, mahasiswa tersebut bernama Ahmad Nabil Bintang, mahasiswa Fakultas Ilmu Dakwah dan Ilmu Komunikasi.

Dari informasi yang dihimpun, disinyalir Nabil ditangkap lantaran mengambil alat komunikasi atau Handy Talky (HT) milik aparat kepolisian saat berlangsung aksi demontrasi di depan gedung DPR, Selasa (24/9/2019). Dugaan itu diperkuat dengan sebuah video yang telah viral di berbagai media sosial.

Video itu pertama kali diunggah di story aplikasi Instagram oleh akun @imam.maksum, kemudian diunggah kembali oleh akun @p0lri dalam aplikasi yang sama.

Video berdurasi 17 detik itu memperlihatkan Nabil sedang memegang dan mempertunjukkan HT. 

Baca Juga :

"HT polisi, cuy," ucap Nabil dalam video yang diunggah akun @P0lri di aplikasi Instagram.

Dalam video tersebut juga terdengar suara seorang anggota kepolisian yang sedang berkoordinasi. Mendengar itu, Nabil justru membalasnya dengan bahasa yang kasar.

Saat dikonfirmasi, Koordinator Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Uin Jakarta Mufti Arif membenarkan soal penangkapan Nabil.

"Ya, yang jelas kabar semalam Nabil dijemput paksa," ucap Mufti saat ditemui di UIN Jakarta, Jalan Ir. H. Juanda, Ciputat, Tangsel, Kamis (26/9/2019).

Ia menambahkan, bahwa Nabil ditangkap saat berada di wilayah Ciputat.

"Kami menuntut kepada pihak kepolisian agar dapat membebaskan teman-teman kami yang ada di Polda Metro Jaya. Jangan lakukan kekerasan pada teman-teman kami yang ditangkap," pintanya.(RMI/HRU)

TANGSEL
Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Musim Hujan Tiba, Pemkot Tangsel Antisipasi Banjir hingga Penyebaran Penyakit

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:36

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) memperketat mitigasi banjir sekaligus kewaspadaan terhadap potensi penyebaran penyakit seiring meningkatnya intensitas hujan di wilayahnya.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill