Pergoki ASN Telat Apel Pagi, Wakil Wali Kota Tangerang Ingatkan Sanksi Tegas Menanti
Senin, 31 Agustus 2026 | 18:45
Suasana halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang mendadak tegang pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
TANGERANGNEWS.com-Musim kemarau masih melanda wilayah Indonesia, tak terkecuali Kota Tangeran Selatan (Tangsel). Bahkan, suhu udara di Tangsel belakangan tembus hingga 36 derajat celcius.
"Sekarang posisi matahari lagi bergerak semu meninggalkan equator menuju ke selatan dan posisi matahari kemarin tegak lurus dengan posisi kita, makanya terasa panas," jelas Kepala Stasiun Klimatologi Tangsel Sukasno, saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (22/10/2019).
Meski demikian, dalam catatan Stasiun Klimatologi Tangsel, suhu udara kali ini bukan yang tertinggi. Bulan Agustus tahun 2002 lalu, pernah tercatat mencapai 38,0 derajat celcius.
Kondisi demikian, kata dia, pertanda Tangsel sedang memasuki masa pancaroba, yaitu masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, di antara musim penghujan dan musim kemarau.
"Insyaallah awal bulan depan sudah mulai banyak hujan," imbuhnya.
Baca Juga :
Ia juga membeberkan ciri-ciri menuju musim pancaroba tersebut, yakni turunnya hujan dengan intensitas sedang sampai lebat dengan durasi singkat dan bersifat sporadis (tidak merata), banyak petir, dan terjadi angin kencang.
"Perlu diwaspadai karena di wilayah kita sedang masuk musim pancaroba. Imbauannya untuk masyarakat yakni sedia payung sebelum turun hujan, karena hujannya datangnya tiba-tiba," pungkasnya.(RMI/HRU)
Suasana halaman Pusat Pemerintahan (Puspem) Kota Tangerang mendadak tegang pada Senin, 31 Agustus 2026 pagi.
TODAY TAGMerasa sehat bukan berarti kadar gula darah dalam tubuh berada dalam kondisi normal. Diabetes melitus dapat berkembang perlahan tanpa menimbulkan keluhan sehingga sering kali diabaikan.
Cita rasa yang familiar dari makanan lokal kembali diolah dalam bentuk berbeda melalui kolaborasi VIVERE Hotel, ARTOTEL Curated bersama Chef Agnesia Cahaya, MasterChef Indonesia Season 10.
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews