Narkoba: Jerat Maut dan Solusi Islam
Kamis, 23 April 2026 | 14:04
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TANGERANGNEWS.com-Musim kemarau masih melanda wilayah Indonesia, tak terkecuali Kota Tangeran Selatan (Tangsel). Bahkan, suhu udara di Tangsel belakangan tembus hingga 36 derajat celcius.
"Sekarang posisi matahari lagi bergerak semu meninggalkan equator menuju ke selatan dan posisi matahari kemarin tegak lurus dengan posisi kita, makanya terasa panas," jelas Kepala Stasiun Klimatologi Tangsel Sukasno, saat dihubungi melalui pesan singkat, Selasa (22/10/2019).
Meski demikian, dalam catatan Stasiun Klimatologi Tangsel, suhu udara kali ini bukan yang tertinggi. Bulan Agustus tahun 2002 lalu, pernah tercatat mencapai 38,0 derajat celcius.
Kondisi demikian, kata dia, pertanda Tangsel sedang memasuki masa pancaroba, yaitu masa peralihan antara dua musim utama di daerah iklim muson, di antara musim penghujan dan musim kemarau.
"Insyaallah awal bulan depan sudah mulai banyak hujan," imbuhnya.
Baca Juga :
Ia juga membeberkan ciri-ciri menuju musim pancaroba tersebut, yakni turunnya hujan dengan intensitas sedang sampai lebat dengan durasi singkat dan bersifat sporadis (tidak merata), banyak petir, dan terjadi angin kencang.
"Perlu diwaspadai karena di wilayah kita sedang masuk musim pancaroba. Imbauannya untuk masyarakat yakni sedia payung sebelum turun hujan, karena hujannya datangnya tiba-tiba," pungkasnya.(RMI/HRU)
Hampir setiap hari kita dihujani dengan kabar tentang kasus kejahatan termasuk pembunuhan yang sebagian besar pelakunya terindikasi menggunakan miras dan obat-obatan terlarang.
TODAY TAGPemerintah Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) menyiapkan langkah penanganan menyeluruh untuk mengatasi persoalan banjir di Kawasan Melati Mas, Kecamatan Serpong Utara.
Presiden Prabowo Subianto mengingatkan situasi geopolitik dunia yang memanas, terutama konflik di kawasan Timur Tengah, berpotensi menimbulkan dampak bagi berbagai sektor di Indonesia.
Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews