Connect With Us

Rasakan Goyangan Longsor, Warga Setu Tak Berani Tinggal di Rumah

Rachman Deniansyah | Selasa, 3 Desember 2019 | 13:16

Lokasi longsor pergeseran tanah di Jalan Tanjakan Mar'ah, Kademangan, Setu, Tangerang Selatan. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Bencana longsor yang menewaskan seorang warga, Anggi Febriyanti, 26, di Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Senin (2/12/2019), meninggalkan rasa trauma bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi kejadian. 

Salah satunya dirasakan oleh Dewi, 42 yang rumahnya hanya beberapa meter dari TKP longsor.

"Trauma pasti, ini aja enggak berani tinggal di rumah," ucap Dewi di sekitar lokasi kejadian, Selasa (3/12/2019).

Trauma itu, membuat Dewi yang tinggal hanya tinggal bersama buah hatinya menumpang tidur di rumah tetangganya. 

BACA JUGA:

"Semalam saya enggak tidur di rumah. Saya numpang dengan anak saya. Jadi rumah kosong," imbuhnya.  

Kepada TangerangNews, Dewi menuturkan alasan dirinya trauma. 

"Jadi pas longsor kemarin, itu goyang. Kayak berasa gempa gitu. Makanya saya trauma. Saya takut kalau sekarang tinggal di rumah," ungkap Dewi.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangsel Chaeruddin, mengimbau agar masyarakat dapat menjaga keselamatan dengan mengungsi untuk sementara waktu. 

"Kami sudah turun bersama BPPT langsung ke lapangan (lokasi), memang di sini rawan longsor. Kita berharap masyarakat harus waspada, terutama yang rumahnya berada di bawah," pungkasnya.(RAZ/RGI)

KOTA TANGERANG
Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Mangkir, Polisi Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Bahar bin Smith Rabu Depan

Sabtu, 7 Februari 2026 | 18:36

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Raden Muhammad Jauhari, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan kasus dugaan pengeroyokan kader Banser yang melibatkan Habib Bahar bin Smith.

OPINI
Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Zonasi Prostitusi dan Ilusi Pendapatan Daerah

Jumat, 6 Februari 2026 | 22:24

Alih-alih memberantas prostitusi dan peredaran miras, negara justru berposisi sebagai pengatur lokasi dan tata kelolanya. Maksiat tidak dihapus, hanya dipindahkan dan dilegalkan secara administratif.

NASIONAL
Ini 7 Pengembang Besar yang Terlibat Proyek MRT Kembangan-Balaraja

Ini 7 Pengembang Besar yang Terlibat Proyek MRT Kembangan-Balaraja

Jumat, 6 Februari 2026 | 21:37

PT MRT Jakarta resmi menggandeng tujuh pengembang properti besar untuk menjajaki pengembangan MRT lintas Timur–Barat Fase 2 yang menghubungkan Kembangan hingga Balaraja.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill