Connect With Us

UMJ Minta Korban Situ Gintung Angkat Kaki, Warga Tolak Rusunawa

Denny Bagus Irawan | Rabu, 1 April 2009 | 15:14

Situ Gintung (tangerangnews / dens)


TANGERANGNEWS.com-Ratusan korban musibah jebolnya tanggul Situ Gintung menolak tawaran pemerintah bila harus di relokasi ke rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Pemerintah menghimbau hal tersebut, karena pihak Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) telah memberikan tengat waktu bagi para pengungsi agar pindah hingga pada Jumat (3/4/2009) mendatang.


Hj Amah,60, salah seorang pengungsi mengaku, dirinya merasa tak nyaman jika harus tinggal di Rusunawa. Dia pun khawatir bila tinggal di rumah susun yang minim fasilitas seperti air.


 "Pasti kami ribet jika kita harus tinggal di rumah susun. Apalagi orangtua seperti saya," katanya ketika ditemui di posko pengungsian sementara di Fakultas Kedokteran UMJ.
Nenek yang tinggal di Kampung Gintung RT 04/08 itu mengaku, rumah yang ditempatinya tidak mengalami kerusakan yang begitu parah.

Rumahnya hanya terendam saja. "Karenanya jika pemerintah harus merelokasi, saya minta uang penggantinya saja yang layak. Apalagi surat tanah yang saya miliki masih lengkap," tambahnya.


Rektor UMJ Masyitoh mengatakan, pihak UMJ memberikan batas waktu bagi warga pengungsi yang berada di penampungan di ruang kampus UMJ pada Jumaat ini.


"Sebab pekan depan perkuliahan dimulai. Dan saat ini kita juga tengah bersih-bersih dan mengatur jadwal perkuliahan," jelasnya.
Ia berharap, agar pemerintah daerah dan pemerintah pusat turun tangan mengatasi permasalahan penampungan sementara para korban.
Wali Kota Tangsel HM Shaleh MT mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah warga korban Situ Gintung.
Umumnya, mereka tak ingin direlokasi atau pun menempati rumah yang bakal dibangun pemerintah di lahan kosong milik negara atau rusunawa yang di fasilitasi pemerintah.


"Mereka meminta ganti uang untuk membangun rumah yang sekarang kondisinya telah hancur," kata Shaleh.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

BISNIS
Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Ide Bisnis Makanan di Kawasan Perkotaan dan Cara Menyiapkan Operasionalnya

Kamis, 1 Oktober 2026 | 20:07

Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.

AYO! TANGERANG CERDAS
Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Menkeu Suahasil Sebut Rencana Pendidikan Gratis SD hingga Perguruan Tinggi Belum Punya Anggaran Khusus

Jumat, 25 September 2026 | 10:54

Rencana pemerintah menggratiskan biaya pendidikan negeri dari jenjang sekolah dasar hingga perguruan tinggi masih dalam tahap penyusunan.

NASIONAL
Sindikat Pencuri Modus Geser Tas Diringkus Polisi, Incar Pengunjung di Berbagai Mal Termasuk Tangerang

Sindikat Pencuri Modus Geser Tas Diringkus Polisi, Incar Pengunjung di Berbagai Mal Termasuk Tangerang

Senin, 5 Oktober 2026 | 17:48

Sindikat pencurian spesialis modus geser tas yang beraksi di pusat perbelanjaan dibongkar polisi. Empat orang terduga pelaku dibekuk setelah Tim gabungan Polres Metro Bekasi dan Satresmob Bareskrim Polri memburu mereka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill