Connect With Us

Meski Sibuk Jadi Wali Kota, Ternyata Airin Hobi Nonton Drama Korea

Rachman Deniansyah | Jumat, 27 Desember 2019 | 18:39

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Tak hanya menjadi kegemaran kaum milenial,  ternyata drama Korea juga digandrungi Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany. 

Airin mengaku, menonton drama Korea kini telah menjadi hobi barunya mengisi waktu disela-sela kesibukan menjadi orang nomor satu di Tangsel. 

Pasalnya, kata Airin, menonton drama Korea dapat melepas stres yang dialaminya setelah seharian menajalni rutinitas yang padat. 

Baca juga:

 

"Kalau hobi sekarang apa ya, sepedaan udah enggak lagi, baca buku sudah enggak kepikiran, pusing. Bikin enggak stres ya nonton drama Korea. Kalau sekarang, hobinya ya nonton drama Korea," tutur Airin kepada TangerangNews di Puspemkot Tangsel, Jalan Maruga Raya, Ciputat, Jumat (27/12/2019). 

Dikatakan Airin, hobi menonton drama Korea itu dipilihnya karena saat ini tengah digandrungi oleh anak muda di Indonesia. 

"Main musik saya enggak bisa, nyanyi apalagi, nonton drama Korea aja deh," pungkasnya.(MRI/RGI)

WISATA
Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Habiskan Rp2,3 Miliar, Apa Saja Isi Tugu Titik Nol Tangerang?

Selasa, 20 Januari 2026 | 19:51

Tugu titik nol Kabupaten Tangerang yang sempat menjadi kontroversi lantaran memakan anggaran sebesar Rp2,3 miliar kini sudah mulai beroperasi dan dipergunakan sebagai taman literasi digital untuk masyarakat.

OPINI
Kandang Setan di Kota Akhlak

Kandang Setan di Kota Akhlak

Rabu, 21 Januari 2026 | 17:52

Tangerang dengan stempel "Akhlakul Karimah"-nya itu ibarat seorang pria yang pakai setelan jas rapi dan wangi parfum surga, tapi diam-diam menyembunyikan luka borok bernanah di balik celananya.

MANCANEGARA
WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

WEF Proyeksikan Badai PHK Berlanjut hingga 2030, Penyebabnya Gegara AI 

Kamis, 8 Januari 2026 | 13:17

Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill