Tangsel Digital Academy Asah Skill IT Pelajar, Berpeluang Direkrut Diskominfo
Jumat, 17 April 2026 | 14:37
Kabar gembira bagi para pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang bercita-cita menjadi ahli digital.
TANGERANGNEWS.com-Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany menganjurkan warganya untuk bersalaman dengan cara seperti kaum muslim, yakni dengan merapatkan kedua tangan, dan tidak bersentuhan dengan orang yang disalaminya.
Hal itu berkenaan dengan ditetapkannya status Pandemi (menyebar luas) virus COVID-19 atau yang tenar disebut virus Corona oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Status Pandemi sendiri ditetapkan, karena virus tersebut telah menyebar ke hampir seluruh dunia.
Menurutnya, untuk menghindari diri terinfeksi dari virus Corona bisa dilakukan dengan hal kecil, seperti menjaga daya tahan tubuh, dan bersalaman.

"Coba hal kecil saja, misalnya bersalaman kita begini (mencontohkan cara bersalaman ala muslim)," ungkap Airin di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Tangsel, Jumat (13/3/2020).
Airin menuturkan, bersalaman layaknya kaum muslim itu dianjurkan karena sebagai langkah pencegahan (preventif) saja.
"Untuk menjaga aja sebetulnya. Jadi bukan karena apa-apa. Itu hanya sebagai preventif saja," kata dia.
Menurutnya, cara bersalaman seperti itu dipilihnya, juga karena telah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh agama Islam.
"Jadi terserah masyarakat mau seperti apa, ya untuk pengalaman kita tidak apa-apa, kita salaman ala umat muslim dan untuk jaga wudu juga kan," tutur Airin.
"Kalau memang kita muslim, saya juga dari dulu disuruhnya jaga wudu, ya sudah benar lah," sambungnya.
Dikatakan Airin, salaman ala kaum muslim itu juga lebih baik, jika dibandingkan gaya salaman yang baru-baru ini muncul.
"Mending begini (bersalaman ala muslim), dari pada yang ada di luar sana, ada-ada saja. Pakai kaki lah, pakai siku lah," pungkasnya. (RMI/RAC)
Kabar gembira bagi para pelajar di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang bercita-cita menjadi ahli digital.
TODAY TAGRS Mata Achmad Wardi menggelar ajang lari Run for Vision 2026 sebagai bagian dari rangkaian peringatan hari ulang tahun rumah sakit yang jatuh setiap 21 April.
Bisnis minuman teh kekinian Menantea yang didirikan oleh Jerome Polin pada 2021, lalu, resmi menghentikan seluruh operasional gerainya pada 25 April 2026, setelah berjalan selama kurang lebih lima tahun.
Seorang ibu bernama Widyastuti, 46, ditemukan tewas bersimbah darah, diduga dibunuh oleh anak tirinya sendiri di rumahnya di Kampung Babakan, Kelurahan Binong, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat 17 April 2026 malam.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews