Ketua Aliansi Pemuda Aceh Jakarta, Nazarullah. (tribunnews.com / tribunnews.com)
TANGERANGNEWS.com-Ketua Aliansi Pemuda Aceh Jakarta, Nazarullah, membantah, Muhammad Basri, 37 tahun, warga perantauan Aceh yang tewas diamuk massa di Kampung Cicentang RT 03/01, Kecamatan Serpong, Tangsel seorang begal.
Nazarullah mendesak Polres Tangsel mengusut tuntas peristiwa tersebut dan menangkap para pelaku pengeroyokan yang terjadi pada Jumat (8/5/2020) sekitar pukul 02.00 WIB dinihari tersebut.
Menurut Nazarullah yang dikutip TangerangNews dari laman Aceh.tribunnews.com, Sabtu (9/5/2020), almarhum Muhammad Basri bekerja sebagai sopir di sebuah perusahaan kargo di Tangerang.
Saat itu, kata Nazarullah, almarhum Basri hendak membeli rokok ke Alfamart yang tak jauh dari tempat tinggalnya. Ia berjalan kaki sendirian menuju Alfamart.
"Saat sedang beli rokok itulah, entah siapa yang memulai, tiba-tiba Basri diteriaki maling motor. Masa kemudian berkerumun dan menyerang almarhum secara membabi buta dan menariknya dari dalam toko. Almarhum sudah berusaha menjelaskan siapa dirinya, tapi tidak didengar oleh masa," ujar Nazarullah mengutip cerita rekan Basri.
Ia mendesak Polres Tangsel mengusut tuntas peristiwa tersebut dan menemukan pelaku pengeroyokan serta dilakukan penegakan hukum seadil-adilnya. "Pelaku harus ditemukan dan dihukum," tukasnya.
Sebelumnya diberitakan, Muhammad Basri, 37, pria diduga hendak merampas sepeda motor milik seorang pemuda Kampung Cicentang RT 03/01, Rawa Buntu, Serpong, Tangerang Selatan.
Kapolsek Serpong AKP Supriyanto yang membenarkan kejadian tersebut. Ia menuturkan, insiden itu terjadi saat terduga menghampiri dan mengancam korban atas nama Raka Indrawan, 19, sekitar pukul 02.00 WIB.
"Pada saat korban menunggu temannya di tempat kejadian perkara. Tiba-tiba terduga datang dan langsung meminta kunci sepeda motor dengan mengancam," tutur Supriyanto saat dihubungi TangerangNews, Jumat (8/5/2020).
TangerangNews berusaha menghubungi Kapolsek Serpong AKP Supriyanto untuk mendapatkan keterangan soal bantahan dari Nazarullah tersebut, namun hanya menjawab singkat.
Pergantian tahun belum membawa angin segar bagi pasar tenaga kerja global. Ancaman pemutusan hubungan kerja diperkirakan masih akan membayangi hingga beberapa tahun ke depan, bahkan berpotensi berlangsung sampai 2030.
Hingga memasuki awal tahun 2026, hujan masih turun dengan intensitas cukup tinggi di banyak wilayah Indonesia. Kondisi cuaca basah yang berkepanjangan ini berdampak pada aktivitas harian masyarakat dan memicu kekhawatiran terhadap risiko banjir
Geram atas kasus pelecehan seksual yang menimpa puluhan siswa di SDN Rawabuntu 01 Serpong, Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie, langsung mengambil langkah tegas.
""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""