KPAI Sebut 19 Anak Alami Kekerasan Aparat saat Demo DPR RI
Jumat, 29 Agustus 2025 | 19:10
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.
TANGERANGNEWS.com-Deklarasi pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Siti Nur Azizah-Ruhammaben digelar di Pulau Situ Gintung, Cireundeu, Ciputat Timur, Tangsel, Rabu (2/8/2020).
Mengusung konsep deklarasi dari dalam mobil (Drive-in), Azizah mengeklaim bahwa cara tersebut menjadi konsep pertama yang dihadirkan.
"Betul-betul menghadirkan ide-ide yang terbarukan. Dan ini mungkin menjadi deklarasi yang pertama di dunia. Deklarasi dengan konsep drive-in," ujarnya dari atas panggung.
Melalui konsep itu, ia berniat ingin menghadirkan sebuah deklarasi yang tetap mematuhi protokol COVID-19.
"Dan saya harapkan, apa yang dilakukan pada hari ini, dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 yang kini sedang kita hadapi," harapnya.
Namun pantauan TangerangNews, terobosan Azizah tersebut belum membuahkan hasil seperti konsep yang diusung. Di antara puluhan mobil yang berjajar, terlihat kerumunan massa di depan panggung. Sambil mengibarkan bendera partai, mereka terhanyut dalam euforia deklarasi tersebut.
"Tentu kita terus mengingatkan. Terus, terus tidak boleh bosan. Ini adalah salah satu konsep, mungkin akan banyak tumbuh konsep-konsep lainnya. Agar kita tetap bisa beraktivitas, tetap bisa menjaga dan melindungi masyarakat dari COVID-19," kata Azizah.(RMI/HRU)
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut ada 19 anak yang mengalami kekerasan fisik dari oknum aparat saat aksi demo DPR RI.
Teknologi Digital Subtraction Angiography (DSA) adalah pemeriksaan yang menampilkan gambaran pembuluh darah otak secara detail dengan menghilangkan bayangan tulang dan jaringan sekitarnya.
Indonesia Shopping Festival (ISF) 2025 yang digelar sepanjang 14–24 Agustus 2025 mencatat transaksi lebih dari Rp25 triliun.
Rahmat Putra Maulana, siswa SMK Islamiyah yang dipercaya sebagai Komandan Pasukan 17, menjalankan tugas mulia itu ketika tengah berduka atas ayahnya yang meninggal dunia, sehari sebelum ia dikukuhkan.