Connect With Us

17 Pasangan Mesum Diamankan, Serpong Zona Merah Prostitusi

Rachman Deniansyah | Minggu, 27 September 2020 | 16:28

Satpol PP Tangsel menggelar razia terduga pasangan mesum di wilayah Serpong. (TangerangNews.com / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Sederet praktek prostitusi masih kerap terjadi di wilayah Tangerang Selatan, meski sejumlah upaya penertiban telah dilakukan. Bahkan kini praktek itu seolah telah menjamur dengan hadirnya hotel-hotel murah di kawasan Tangsel.

Terakhir, pada Jumat (25/9/2020) malam, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Tangsel telah menggelandang sebanyak 17 pasangan mesum di tiga tempat penginapan berbeda. Ketiga penginapan itu seluruhnya berada di wilayah Serpong.

Kepala Seksi Penyelidikan dan Penyidikan Satpol PP Tangsel Muksin Al-Fachry menyebut hal itu pun menambah daftar panjang kasus praktek prostitusi yang terjadi di wilayah tersebut. Hingga menjadikan Serpong sebagai wilayah dengan kasus praktek prostitusi terbanyak.

"Jumlahnya saya lupa. Banyak banget, karena kita terus razia. Kalau tidak dirazia, kitatidak akan tahu. Paling banyak Serpong, tempat-tempatnya sih rata-rata di sana," ujar Muksin kepada Tangerangnews, Minggu (27/9/2020).

Selama lebih dari setahun operasi yang sudah dijalaninya, Muksin berhasil menindak berbagai praktek prostitusi dengan jenis usaha berbeda.

Ada praktek berkedok pijit dan spa, karaoke, bahkan hingga penjajak seks berbasis daring melalui aplikasi. 

Namun, selama COVID-19 mewabah dan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) diterapkan di Tangsel, tren dari praktek dengan jenis seperti itu mulai berkurang.

"Dulu waktu pertama kali kita tindak, satu tempat bisa 40 orang. Kalau sekarang paling enam, tiga. Setiap ada laporan kita sikat, ada laporan kita sikat,” jelasnya.

Karena seringnya penindakan oleh petugas, diduga para penjaja seks tersebut merasa takut sehingga kasusnya agak menurun. “Kita ngecek juga beberapa aplikasi, seperti mi chat atau we chat. Sekarang sudah jarang cewek penjaja BO (Booking out) seperti itu," katanya. 

Kendati demikian, setiap menggelar razia, petugas masih saja kerap menemukan praktek prostitusi. Hanya saja dengan jenis berbeda. Saat ini banyak praktek yang dilakukan oleh pasangan mesum dengan cara menyewa kamar penginapan. Praktek terselubung itu, biasa terjadi di tempat penginapan harian.

"Biasanya hotel-hotel atau kos-kosan harian. Atau apartemen yang tidak dipakai, disewakan harian. Logikanya ngapain ngekos harian doang. Sebagian besar penginapan yang disewa itu menggunakan aplikasi," katanya.

Untuk jenis penginapan seperti ini sebarannya pun cukup banyak di wilayah Serpong. Seperti di Rawa Buntu, banyak terdapat kontrakan harian. Sedangkan apartemen di Lengkong Gudang Timur. “Setiap razia pasti dapat. Serpong paling banyak sih, tempat penyewaan harian," tuturnya.

Selain itu, dengan harga yang murah, saat ini tempat penyewaan penginapan tersebut rata-rata sudah memiliki fasilitas yang cukup mewah. Harganya mulai hari dari Rp150 sampai Rp300 ribu per bulan.

“Fasilitasnya sudah lebih dari hotel. Di Serpong banyak kos-kosan mewah. Kita kan suka penyelidikan, masuk, nyewa, dan cek kamarnya. Jadi ketahuan polanya," jelasnya. 

Menurutnya, praktek prostitusi dengan menyewa kamar harian inilah menjadi jenis prostitusi yang cukup sulit untuk dikontrol. Pasalnya, pihak pengelola kerap tidak tahu menahu siapa yang menyewa dan untuk apa.

Sejauh ini diakui Muksin, fungsi pengawasan terhadap penginapan ini dinilai kurang. Sehingga masih saja banyak pasangan mesum yang nekat melakukan tindak asusila di kota bermoto Cerdas, Modern, dan Religius ini. 

"Harus ada pengawasan sih dari dinas terkait yang seharusnya tau. Kita kan Satpol PP fungsinya untuk penegakkan bukan pengawasan," katanya.

Untuk itulah, Satpol PP begitu masif untuk melakukan razia. Operasi penertiban itu juga akan terus dilakukan untuk menjadikan Tangsel sebagai kota yang benar-benar religius.(RAZ/HRU)

NASIONAL
Guru, Nakes, Damkar, hingga Satpol PP Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027

Guru, Nakes, Damkar, hingga Satpol PP Paruh Waktu Naik Status Jadi Penuh Waktu Per 1 Januari 2027

Jumat, 6 November 2026 | 16:28

Pemerintah secara resmi memutuskan akan mengubah status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu menjadi PPPK penuh waktu mulai 1 Januari 2027.

PROPERTI
Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Program Video Competition Sinar Mas Land Diganjar Penghargaan Perhumas PR Excellence Awards 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 22:48

Sinar Mas Land kembali mengukuhkan prestasinya di bidang komunikasi korporasi dengan meraih Juara II Perhumas PR Excellence Awards 2026 untuk kategori Teknologi & Digital PR.

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

OPINI
Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Balita Terserang ISPA, Kemana Peran Negara?

Jumat, 6 November 2026 | 16:22

Empat bulan lebih karhutla melanda hutan Indonesia. Titik api pun tidak kunjung hilang walau pejuang damkar terus berupaya padamkan bara. Tidak sedikit api menyambar rumah warga, hingga mengungsi ke wilayah amhan walau harus kehilangan hunian mereka.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill