Connect With Us

Akhirnya, Polisi Ringkus 2 Pelaku Jambret HP & Tusuk Bocah di Ciputat Tangerang

Rachman Deniansyah | Senin, 26 Oktober 2020 | 15:22

Bocah perempuan yang dijambret di Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan. (Istimewa / Istimewa)

 

TANGERANGNEWS.com-Dua pria pelaku penjambretan yang tega menusuk seorang bocah perempuan di wilayah Sawah Baru, Ciputat, Tangerang Selatan, berhasil ditangkap, Minggu (25/10/2020) kemarin. 

 

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Ciputat Timur Kompol Endy Mahandika, saat dikonfirmasi, Senin (26/10/2020). 

"Ya benar. Sudah, Alhamdulillah berkat doa teman-teman semuanya," ungkap Endy. 

 

Endy mengatakan, pelaku yang terdiri dari dua orang berhasil ditangkap di dua tempat berbeda. 

 

"Dua pelaku, SF dan MA. Keduanya laki-laki. Satu ditangkap di daerah Ciputat. Satu pelaku lagi di daerah Sukabumi. Dia sudah kabur ke sana," tuturnya. 

 

Saat ini, kedua pelaku masih menjalani pemeriksaan di Mapolsek Ciputat Timur. 

 

Sebelumnya, kedua pelaku nekat menjambret ponsel seorang bocah perempuan di Sawah Baru, Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (18/10/2020) lalu. 

 

Korban yang sempat melawan pun harus mendapat perlakuan kasar dari kedua pelaku. Bocah berinisial WN yang saat itu sedang berolahraga harus mengalami sayatan di lengannya hingga berlumuran darah.(RAZ/HRU)

MANCANEGARA
Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Malaysia Pangkas Harga Solar Jadi Rp9.000-an per Liter, Ini Alasan di Baliknya

Selasa, 23 Juni 2026 | 11:51

Pemerintah Malaysia memutuskan menurunkan harga solar menjadi 2,10 ringgit Malaysia atau sekitar Rp9.061 per liter mulai Juli 2026.

PROPERTI
Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Penghuni Paramount Petals Bertambah, Klaster Lily Mulai Diserahterimakan ke Konsumen

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:29

Pengembangan kawasan hunian Paramount Petals memasuki babak baru. Setelah hampir dua tahun dipasarkan, pengembang mulai menyerahkan kunci rumah kepada para pembeli di Klaster Lily.

OPINI
Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Melawan Patrimonialisme dalam Gerakan Muhammadiyah, Sebuah Otokritik

Sabtu, 4 Juli 2026 | 22:29

Dalam khazanah sosiologi organisasi, Muhammadiyah sedianya merupakan antitesis bagi tradisi patrimonial. Persyarikatan ini berdiri di atas fondasi otoritas legal-rasional, di mana legitimasi kepemimpinan berakar pada kompetensi dan kaderisasi

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill