Connect With Us

Airin : Ada Kontradiksi Ekonomi di Tangsel

| Minggu, 5 September 2010 | 13:48

Abdul Rojak dan Airin Rachmi Diany (tangerangnews / dira)

 
 
TANGERANGNEWS- Di tengah pertumbuhan perumahan di Kota Tangsel, seperti Bumi Serpong Damai (BSD), Citra Raya, Bintaro Jaya dan Alam Sutera kawasan kemiskinan masih tersebar luas. Bahkan di Kecamatan Serpong yang banyak menyediakan kompleks perumahan mewah masih ada beberapa kawasan kemiskinan seperti di Kelurahan Ciater, Rawabuntu dan Serpong.
 
Demikian diungkapkan Pembina Forum Masyarakat Peduli Pendidikan dan Kesehatan Banten Airin Rachmi Diany dalam sebuah kesempatan wawancara beberapa waktu lalu di kantornya, Sabtu, (4/9).
 
Menurut Airin, Pertumbuhan ekonomi Tangsel saat ini mencapai level tertinggi yakni 7,24%, di atas rata-rata LPE  Provinsi dan Nasional. “Jadi ada kontradiksi, di satu sisi tingkat pertumbuhan ekonomi cukup tinggi, tapi di sisi lain kemiskinan masih menjadi momok yang terus menghantui perjuangan kita,” tuturnya.
 
Airin menambahkan, fakta ini menunjukkan betapa kesenjangan ekonomi antara kelas menengah atas dan kelas bawah masih lebar. Hal ini dapat disimpulkan dari pendapatan per kapita penduduk yang hanya sebesar  Rp. 8.459.08,  masih dibawah rata-rata Provinsi (Rp. 12.756,90).
 
Untuk menangani masalah pelik ini, lanjut dia, Kota Tangsel harus dapat mendorong perluasan lapangan kerja dan peluang usaha. Dalam hal ini, tiga komponen harus terus bersinergi yakni antara, Pemerintah sebagai pembuat kebijakan, Pihak swasta sebagai penyedia usaha, dan masyarakat sebagai sumber daya.
 
“Konsep saya menata Tangsel adalah membangun bersama seluruh pemangku kepentingan. Pembangunan Tangsel harus dikelola dan ditata dengan baik dengan harapan dan keinginan warga sesuai potensi yang ada,” katanya.
 
Airin memaparkan, dari keseluruhan penduduk Kota Tangsel, sebagian besar pekerja adalah penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) dengan latar belakang pendidikan SLTA ke bawah. Kelompok usia tidak produktif banyak terdapat di Kecamatan Pondok Aren dan Pamulang. Dilihat dari tingkat pendidikan penduduk usia produktif, SDM Kota Tangsel belum memiliki nilai tambah bagi daerah otonom. Hal ini ditunjukkan pula oleh adanya angka pengangguran yang masih relatif tinggi, yaitu sebesar 11,43% dari total usia produktif.
 
Di bidang pendidikan, lanjut Airin, Kota Tangsel memiliki begitu banyak SMP dan SMA serta perguruan tinggi swasta yang memiliki nama, namun tidak bisa dijangkau oleh masyarakat kelas menengah ke bawah. “Karena itu, perlu diupayakan pendidikan yang terjangkau, dan juga anggaran pendidikan 20 persen dari total jumlah APBD harus benar-benar diwujudkan,” jelasnya.(deddy)
 
KAB. TANGERANG
Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Kenaikan Harga Solar Hambat Retribusi dan Pengangkutan Sampah di Kabupaten Tangerang

Jumat, 9 Oktober 2026 | 18:57

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi jenis solar berdampak langsung pada operasional pengangkutan sampah di Kabupaten Tangerang.

BANDARA
Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Liburan ke Tanjung Lesung Banten Kini Bisa Naik Bus Damri dari Bandara Soetta, Ini Jadwal dan Tarifnya

Jumat, 9 Oktober 2026 | 20:02

Akses menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung, kini semakin praktis. Perum DAMRI secara resmi mengoperasikan rute pemadu moda baru yang menghubungkan Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Kota Tangerang langsung ke Tanjung Lesung

BISNIS
Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Bos Media Lokal Khawatir Link Tax Putus Trafik, Tolak Sentralisasi Kompensasi Lewat LMK

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 09:33

Sejumlah pimpinan media lokal menolak wacana sentralisasi kompensasi penggunaan konten berita melalui Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) dalam pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.

PROPERTI
Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Hadapi Tantangan Backlog Perumahan, LippoLand Kembangkan Hunian Rp100 Jutaan

Jumat, 2 Oktober 2026 | 17:18

Memasuki usianya yang ke-39 di industri properti Tanah Air, LippoLand terus memperluas perannya dari pengembang kawasan menjadi property enabler.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill