Connect With Us

Miris, Keluarga Bayi Hidrosefalus di Setu Tak Pernah Dapat Bantuan

Rachman Deniansyah | Rabu, 10 Februari 2021 | 16:36

Muhammad Falih Akmar, bayi laki-laki yang mempunyai penyakit Hydrocephalus yang tinggal di Babakan, Setu, Kota Tangerang Selatan. (TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Keluarga bayi pengidap hidrosefalus yang tinggal di Jalan Kelapa Dua RT 5 RW 3, Babakan, Setu, Tangerang Selatan, hidup dalam segala keterbatasan. 

Sebagian besar pendapatannya yang tak seberapa itu diprioritaskannya hanya untuk merawat sang anak, Muhammad Falih Akmar yang kondisinya kini mengkhawatirkan karena menderita penyakit langka tersebut. 

Kini, pasangan suami istri Septian Prasetya, 28 dan Yani Supriani, 22 itu tinggal di kontrakan tiga petak. Di sanalah mereka merawat buah hatinya yang masih berusia 13 bulan tersebut. 

Sehari-hari, pendapatan hanya bersumber dari sang suami yang hanya bekerja sebagai kuli serabutan. 

"Kalau penghasilan saya sehari dibayar Rp110 ribu per hari. Saya kerja jadi kuli proyek di salah satu perumahan di Serpong. Tapi karena pandemi, jadi keseringan sekarang distop," tutur Tian di kediamannya, Rabu (10/2/2021). 

Sementara untuk sekali pemeriksaan sang buah hatinya saja di RSUP Fatmawati, mereka harus merogoh kocek sebesar Rp250 ribu. Itupun hanya untuk transportasinya. 

Baca Juga :

Belum lagi, keperluan obat-obatnya yang harganya cukup tinggi. Mau tak mau, ia pun tak membeli obat tersebut. 

Ironisnya di tengah kesulitan ekonomi tersebut, Tian dan sang istri mengaku bahwa mereka belum menerima bantuan dalam bentuk apapun. 

"Dari pemerintah belum ada. Bantuan Sosial Tunai (BST) yang kemarin juga saya gak dapat. Justru dapatnya dari teman, sembako. Selain itu dapat juga cuma dari Pak RW aja," tuturnya. 

Ia berharap, agar kondisi buah hatinya itu dapat perhatian lebih dari pemerintah. 

"Waktu itu pernah dari Kelurahan berkunjung. Kami pernah ajuin (bantuin) ke camat. Tapi gak ada kabar sampai sekarang. Perbantuan perobatan juga enggak ada. Itu pun Pak RW dari donatur luar,"  kata Tian. 

Bahkan, sewaktu buah hatinya itu sedang menunjukkan kondisi yang benar-benar mengkhawatirkan, mereka mengaku sempat ditolak oleh Puskesmas. 

"Puskesmas Bakti Jaya. Waktu itu sampai kejang, pucet, panas dingin, sampai pada biru badannya. Ditolak, tidak ditangani sama sekali. Akhirnya kita ke RSU Tangsel. Alhamdulillah ditangani. Waktu itu kalau tidak salah ada masalah sama selang yang dipasang," ujarnya. 

Sebagai orang tua, tentu Tian dan Yani tak ingin anaknya mengalami kondisi seperti itu. 

"Harapannya ya pasti saya maunya anak saya normal kaya anak-anak lain gitu," pungkasnya. (RED/RAC)

BANDARA
Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Sindikat Pengirim Pekerja Migran Ilegal Ditangkap di Bandara Soetta, Modus Liburan, Tipu Korban Rp90 juta

Jumat, 25 September 2026 | 20:04

Polresta Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menangkap dua anggota sindikat pengiriman Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) non-prosedural dengan modus perjalanan wisata ke Jepang.

KOTA TANGERANG
Polisi Ungkap Sabu hingga Ribuan Obat Berbahaya di Tangerang, 44 Tersangka Diamankan 

Polisi Ungkap Sabu hingga Ribuan Obat Berbahaya di Tangerang, 44 Tersangka Diamankan 

Kamis, 1 Oktober 2026 | 17:10

Peredaran narkoba dan obat berbahaya di wilayah hukum Polres Metro Tangerang Kota cukup marak. Sepanjang September 2026, polisi mengungkap 37 kasus dengan total 44 tersangka.

KAB. TANGERANG
BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Senilai Rp25 Miliar di Tangerang, Satu WNA Diamankan

BPOM Bongkar Gudang Kosmetik dan Suplemen Ilegal Senilai Rp25 Miliar di Tangerang, Satu WNA Diamankan

Kamis, 1 Oktober 2026 | 16:00

Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia (BPOM RI) menggerebek gudang penyimpanan dan peredaran obat bahan alam, suplemen kesehatan, serta kosmetik impor ilegal di Kawasan Laksana Business Park, Pakuhaji, Kabupaten Tangerang.

WISATA
PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

PLN Sulap Potensi Desa Bandung Pandeglang Jadi Wisata Ramah Lingkungan 

Kamis, 3 September 2026 | 10:45

PLN Group mengembangkan Desa Bandung, Kecamatan Banjar, Kabupaten Pandeglang, Banten, menjadi kawasan wisata berbasis energi bersih melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Desa Berdaya Eco-Wisata SiNyonya.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill