Connect With Us

Ribuan Warga Tangsel Terserang Penyakit Akibat Banjir

Rachman Deniansyah | Selasa, 7 Januari 2020 | 19:57

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni. (TangerangNews/2019 / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Pascabanjir merendam sejumlah wilayah Tangerang Selatan, ribuan warga yang terdampak mulai terserang berbagai penyakit. Mulai dari penyakit kulit, hingga gangguan pernapasan dan pencernaan. 

Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).

"Totalnya ada 1.475 warga yang datang berobat ke posko, Puskesmas," ucap Deden. 

Ia menuturkan, penyakit yang banyak diderita pasien, umumnya gangguan kulit. Hal itu dikarenakan banyak warga terdampak yang terendam air kotor saat banjir. 

Namun selain itu, adapula beberapa penyakit lain yang diderita para korban, diantaranya yaitu penyakit infeksi saluran pernapasan atas (Ispa), buang air, dan maag. 

"Tapi dari data kami, tidak ada (pasien) yang dirawat (hanya berobat saja)," imbuhnya. 

Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada para warga tersebut.

“Semua tertangani dengan baik, obat-obatan mencukupi. Data pasien yang paling banyak berobat di kawasan Kecamatan Pondok Aren, karena di situ paling banyak penduduknya,” tuturnya.

Sampai saat ini, petugas kesehatan masih disiagakan untuk melayani warga.

“Kami (masih) siaga, dan terus memantau di wilayah, apalagi cuaca masih terus terjadi hujan. Untungnya, untuk SDM kita dibantu rumah sakit swasta dan PMI,” pungkasnya.(RMI/HRU)

TOKOH
KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

KH Ahmad Fudholi Meninggal Dunia Usai Jalani Perawatan Akibat Kecelakaan

Senin, 7 September 2026 | 15:29

‎Ulama kondang asal Kabupaten Tangerang KH. Ahmad Fudholi meninggal dunia setelah menjalani perawatan pascakecelakaan di Tol Tangerang-Merak.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill