Tak Maksimal Sumbang PAD, Wisata Kabupaten Tangerang Terkendala Regulasi dan Lahan
Selasa, 6 Oktober 2026 | 19:40
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TANGERANGNEWS.com-Pascabanjir merendam sejumlah wilayah Tangerang Selatan, ribuan warga yang terdampak mulai terserang berbagai penyakit. Mulai dari penyakit kulit, hingga gangguan pernapasan dan pencernaan.
Hal itu dikatakan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel Deden Deni saat dihubungi, Selasa (7/1/2020).
"Totalnya ada 1.475 warga yang datang berobat ke posko, Puskesmas," ucap Deden.
Ia menuturkan, penyakit yang banyak diderita pasien, umumnya gangguan kulit. Hal itu dikarenakan banyak warga terdampak yang terendam air kotor saat banjir.
Namun selain itu, adapula beberapa penyakit lain yang diderita para korban, diantaranya yaitu penyakit infeksi saluran pernapasan atas (Ispa), buang air, dan maag.
"Tapi dari data kami, tidak ada (pasien) yang dirawat (hanya berobat saja)," imbuhnya.
Ia mengatakan, pihaknya telah memberikan pelayanan sebaik mungkin kepada para warga tersebut.
“Semua tertangani dengan baik, obat-obatan mencukupi. Data pasien yang paling banyak berobat di kawasan Kecamatan Pondok Aren, karena di situ paling banyak penduduknya,” tuturnya.
Sampai saat ini, petugas kesehatan masih disiagakan untuk melayani warga.
“Kami (masih) siaga, dan terus memantau di wilayah, apalagi cuaca masih terus terjadi hujan. Untungnya, untuk SDM kita dibantu rumah sakit swasta dan PMI,” pungkasnya.(RMI/HRU)
Potensi pariwisata di Kabupaten Tangerang belum memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
TODAY TAGDinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kabupaten Tangerang melakukan pengambilan sampel Sungai Cimanceuri yang tercemar di tiga lokasi di sekitar Kawasan Industri Milenium.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang Taufik Syahzaeni mengatakan, pengerjaan perbaikan Jalan Ramp Cikokol
Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews