Connect With Us

Memanjakan Pasien dengan Tema Glamping, RLC Tangsel Tahap II Dioperasikan

Rachman Deniansyah | Selasa, 9 Maret 2021 | 19:24

Cluster Cemara memiliki konsep glamping atau kemah glamor dari Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan zona II, Selasa (9/3/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Memiliki konsep glamping atau kemah glamor, Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan zona II akhirnya kini telah resmi beroperasi, Selasa (9/3/2021). 

Berbekal tema yang unik dan keindahan alamnya, Wali Kota Tangsel Airin Rachmi Diany berharap tempat isolasi terpusat ini mampu memanjakan dan memberi kenyamanan bagi setiap pasien dalam menjalani masa isolasinya. 

"Karena menurut pengalaman saya dalam penanganan COVID-19, salah satu faktor yang membuat percepatan proses kesembuhan adalah terbentuknya imunitas dalam tubuh. Salah satunya adalah dengan cara membuat orang (pasien) bahagia, tidak bahagia," ujar Airin usai meresmikan. 

Sebab menurutnya jika kondisi pasien mengalami stres, maka akan mampu menurunkan daya imunitas tubuhnya. 

"Jadi oleh karena itu, mudah-mudahan dengan suasana seperti ini, bisa membuat pasien yang OTG, gejala ringan, bisa isolasi mandiri dengan kebahagiaan, itu target kami," harap Airin. 

Berdiri di tanah seluas 6.000 meter persegi, tempat isolasi terpusat tahap kedua ini nantinya mampu menampung hingga sebanyak 150 pasien. 

Namun untuk sementara ini, Airin menuturkan sembari merenovasi ruang isolasi tahap satu, ruang isolasi tahap kedua ini akan digunakan bagi pasien yang saat ini sedang dirawat. 

"Hari ini adalah peresmian untuk Rumah Lawan COVID-19 yang mudah-mudahan akan segera digunakan. Di mana jumlah yang perhari ini ada 87 pasien di gedung utama yang nanti kami akan pindahkan ke sini dulu sambil untuk perbaikan di gedung pertamanya," ujarnya. 

Cluster Cemara memiliki konsep glamping atau kemah glamor dari Rumah Lawan COVID-19 Kota Tangerang Selatan zona II, Selasa (9/3/2021).

Saat meresmikan ruang isolasi tersebut, Airin turut memastikan kesiapan seluruh sarana pra sarana yang tersedia, mulai dari Klaster Palm, Klaster Ketapang, Klaster Bougenville, dan Klaster Cemara.

"Di sini kami juga melengkapi para pasien dengan fasilitas yang lengkap. Ada tempat tidur yang nyaman, pendingin ruangan, wifi, mesin cuci dan penjemur pakaian, kamar mandi dengan air panas, televisi, ruang bersantai, sarana olahraga, hingga tempat beribadah bagi setiap pasien," tuturnya. 

Dengan demikian, Airin berharap bahwa dengan diresmikannya tempat isolasi tahap kedua ini, mampu mengantarkan Tangsel masuk ke dalam. Zona hijau. 

"Mudah-mudahan yang isolasi mandiri yang dikelola kita bisa lebih sedikit. Tadi saya diskusi, ada angka penurunan terhadap jumlah RT yang zona kuning dan Alhamdulillah sekarang kita juga masuk ke zona kuning. Mudah-mudahan bisa masuk ke zona hijau," pungkasnya. (RED/RAC)

OPINI
Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Penjajahan Digital dan Masa depan Teknologi Dalam Islam

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:50

Penjajahan digital ( kolonialisme digital) adalah bentuk penguasaan atau kontrol terhadap suatu negara, masyarakat, atau individu melalui teknologi, platform digital, algoritma, serta penguasaan data.

BISNIS
Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Catat Pendapatan Rp30,9 Triliun, Bank Danamon Naik ke Peringkat 44 Daftar Fortune Indonesia 100

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:16

PT Bank Danamon Indonesia Tbk (Danamon) berhasil naik peringkat dalam jajaran 100 perusahaan terbesar di Indonesia versi Fortune Indonesia 100 Tahun 2026.

HIBURAN
Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Duet Perdana Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dalam Film 'Yang Datang dan Yang Pergi', Ini Kisahnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:26

Dian Sastrowardoyo dan Roy Sungkono dipertemukan dalam kisah penuh makna yang merangkai romansa, rahasia keluarga, dan konflik lintas generasi melalui film layar lebar terbaru bertajuk Yang Datang dan Yang Pergi.

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill