Connect With Us

MUI Tangsel Kesal Masyarakat Masih Percaya Babi Ngepet

Rachman Deniansyah | Kamis, 29 April 2021 | 15:31

Diduga babi ngepet yang tertangkap warga di Kebun milik Suratiyo di Kampung Bedahan RT 02/04, Selasa (27/4/2021). (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

 

TANGERANGNEWS.com-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tangerang Selatan turut memberikan komentarnya terkait adanya fenomena babi ngepet yang membuat kehebohan di tengah masyarakat, khususnya warga di wilayah Sawangan, Depok yang berbatasan langsung dengan wilayah Tangerang Selatan. 

 

Menanggapi fenomena itu, Sekretaris MUI Kota Tangsel, Abdul Rojak dengan tegas  menyatakan, agar masyarakat tidak mudah percaya informasi babi ngepet.

 

"Karena jelas-jelas itu diharamkan oleh agama, karena itu bagian dari ajaran musyrik ya. Jelas-jelas itu diharamkan oleh ajaran Agama Islam," tegas Rojak saat dihubungi TangerangNews.com, Kamis (29/4/2021). 

Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kementerian Agama Kota Tangerang Selatan, Abdul Rojak.

Terlebih, isu terkait temuan babi ngepet itu kini telah gamblang dijelaskan oleh jajaran Kepolisian, merupakan informasi palsu alias hoaks. 

 

"Ya jelas salah, itu musyrik. Enggak boleh itu," katanya.

 

"Ya kalaupun betul itu babi ngepet, itu kan salah satu bagian dari ritual pesugihan ya. Ritual pesugihan tuh macam-macam, dari babi ngepet, ada genderuwo, ada tuyul, ada macam-macam. Jadi intinya ya seseorang yang ingin mendapatkan kekayaan secara cepat dengan cara-cara yang tidak dibenarkan dalam acara Islam. Dia menggunakan media setan gitu kan," imbuhnya. 

 

Agar tak mudah terprovokasi, Rojak pun kembali menegaskan agar masyarakat untuk dapat lebih baik mendekatkan diri kepada Allah.

 

"Imbauannya kepada masyarakat untuk dapat lebih memurnikan ketahuidannya, memperkuat akidahnya, ideologinya kepada Allah dan tidak mencampur adukannya gitu," imbau Rojak. 

 

Sebab, kata Rojak, mempercayai hal tersebut dapat menyalahi akidah yang dianut oleh setiap manusia. 

 

"Jadi jangan mudah terprovokasi, jangan mudah percaya dengan isu-isu seperti itu dan lain sebagainya. Karena sekali lagi, nanti akan menyalahi akidah yang kita anut dan kita yakini," pungkasnya.

 

Seperti diketahui, pihak Kepolisian kini telah menjelaskan secara gamblang atas temuan yang diduga seekor hewan jadi-jadian, adalah palsu. 

 

Polisi juga telah meringkus seseorang berinisial AI yang merupakan biang keladi atas adanya isu tersebut. 

 

Isu atas temuan babi ngepet itu hanyalah cerita palsu yang dibuat oleh AI. 

 

Kebohongan itu dilakukannya agar dapat menjadi terkenal dan agar pengikut majelis taklimnya bertambah.

SPORT
Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Cari Bibit Unggul Sepak Bola di Tangerang, 48 Tim Bakal Berlaga dalam Rajawali Junior League 2026

Senin, 3 Agustus 2026 | 22:17

Ajang kompetisi sepak bola usia dini bertajuk Rajawali Junior League (RJL) 2026 siap digulirkan oleh RTV pada 29–30 Agustus 2026 di Sport Center Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang.

TEKNO
kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

kUotamasya by.U: Beli Kuota, Buka Peluang Trip Hemat ke Destinasi Impian

Jumat, 31 Juli 2026 | 07:05

Paket internet sekarang tidak cuma soal jumlah gigabyte. Lewat kUotamasya by.U, kamu bisa mendapatkan kuota sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mengikuti perjalanan dengan harga spesial.

OPINI
Cara Islam Memberantas Korupsi

Cara Islam Memberantas Korupsi

Senin, 27 Juli 2026 | 20:32

Kasus megakorupsi yang merugikan negara terus terjadi, seolah tidak memiliki solusi yang pas, walaupun telah dibentuk lembaga untuk memberantas kasus korupsi ini, yaitu KPK. Namun kasus korupsi terus berulang dengan nilai yang sangat fantastis.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill