Ada Rumah Rasa Villa Mulai Rp400 Jutaan Hanya 25 Menit dari BSD
Kamis, 21 Mei 2026 | 23:28
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TANGERANGNEWS.com-Kabel semrawut atau acak-acakan yang terjadi hampir di sejumlah titik di wilayah Tangerang Selatan, telah mulai membuat warga kesal.
Kabel yang menggelantung dari tiang ke tiang, terlihat begitu berantakan. Tak jarang, terdapat pula kabel yang membentang begitu rendah. Kondisi kabel yang terlihat seolah tak terurus tersebut, kini dinilai sangat menganggu hunian masyarakat.
Warga pun mulai kesal, karena kondisi tersebut dinilai dapat cukup membahayakan, baik bagi para pejalan kaki, ataupun pemotor.

Menanggapinya, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut bahwa sebenarnya, pihak Pemerintah Kota sudah sejak lama menegur stakeholder yang bertanggungjawab atas kabel semrawut tersebut.
"Sebetulnya sudah berulang kali kami minta untuk diperbaiki, dirapihkan dan ditata dengan baik kabel-kabel tersebut ke pemiliknya," ungkap Benyamin saat dihubungi TangerangNews melalui pesan singkat, Minggu, 6 Juni 2021.

Namun tetap saja, hingga kini tak ada tindak lanjut dari pihak pengelola terkait fenomena kabel semrawut tersebut.
Justru parahnya, fenomena kabel yang berantakan itu kini malah terlihat di hampir seluruh penjuru Kota termuda se-Banten ini.
"Memang tanggapannya itu kurang. Tetapi, kami hanya dapat menghimbau saja. Karena mereka bukan organisasi perangkat daerah kami," tutur Benyamin.
Namun jika nantinya para pengelola kabel tetap membangkang, Benyamin menegaskan bahwa pihaknya tak segan-segan akan memanggil para pihak yang bertanggungjawab atas kabel-kabel semrawut tersebut.
"Nanti akan diundang oleh dinas teknis," pungkasnya.
Aksesibilitas yang dekat dengan kawasan BSD City Tangerang kini menjadi magnet utama pencari hunian.
TODAY TAGLayanan transportasi umum Bus Tayo dan Angkot Si Benteng kembali digratiskan dalam rangka libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah yang jatuh pada Rabu 27 Mei 2026.
Halaman kantor PT PLN (Persero) UP3 Serpong mendadak dipenuhi motor listrik milik komunitas ALVA sebelum memulai perjalanan touring.
Aksi pengendara motor yang sengaja menutup pelat nomor untuk menghindari tilang elektronik atau Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mulai jadi perhatian serius Kepolisian Negara Republik Indonesia.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews