TANGERANGNEWS.com-Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat merespons banjir yang merendam sejumlah wilayah sejak Minggu, 8 Maret 2026.
Dengan menggandeng TNI dan Polri, Pemkot mengerahkan petugas gabungan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk mempercepat evakuasi dan pemulihan lingkungan, agar aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) TB Asep Nurdin menyampaikan, sejumlah titik yang menjadi perhatian serius meliputi kawasan Maharta, Pondok Kacang Prima, dan Perumahan Pondok Safari di Jurangmangu Barat.
Di wilayah-wilayah tersebut, debit air dilaporkan sempat meningkat signifikan pada Minggu pagi.
Tim gabungan diterjunkan sesaat setelah menerima laporan kenaikan air di pemukiman. Prioritas utama petugas adalah mengevakuasi kelompok rentan ke lokasi yang lebih aman.
“Begitu ada laporan peningkatan debit air, tim BPBD bersama unsur gabungan langsung bergerak untuk mengevakuasi warga, khususnya lansia dan anak-anak. Keselamatan warga adalah prioritas tertinggi dalam penanganan ini,” katanya, Senin, 9 Maret 2026.
Selain menggunakan perahu karet untuk mobilisasi warga, petugas juga membantu mengamankan barang-barang penting milik penduduk guna meminimalisir kerugian materiil.
Asep menambahkan instruksi pimpinan sangat jelas, seluruh jajaran dinas terkait harus hadir di lapangan hingga kondisi benar-benar pulih.
“Bapak Wali Kota menginstruksikan BPBD, Dinas Sosial, hingga Dinas Kesehatan untuk memastikan proses recovery berjalan cepat. Kami ingin dampak banjir di Maharta, Pondok Safari, dan titik lainnya segera teratasi sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas,” tegas dia.
Asep juga menyoroti pentingnya kehadiran TNI dan Polri yang tidak hanya membantu evakuasi fisik, tetapi juga menjamin keamanan lingkungan di wilayah yang ditinggalkan mengungsi oleh penghuninya.
Pembersihan Lingkungan dan Mitigasi Lanjutan
Seiring dengan surutnya air di beberapa lokasi pada Senin pagi, Pemkot Tangsel mulai mengerahkan alat berat dan personel kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup serta Disperkimta.
“Tim gabungan dibantu TNI-Polri kini fokus pada pembersiha sisa lumpur dan normalisasi drainase yang tersumbat. Kami berupaya agar tidak ada genangan sisa yang mengganggu kesehatan warga,” tambah Asep.
Meski situasi mulai terkendali, BPBD Tangsel tetap menyiagakan personel di lokasi-lokasi rawan.
Asep menambahkan bahwa pemantauan debit air terus dilakukan secara real-time untuk mengantisipasi potensi hujan susulan.
“Personel tetap siaga di lapangan untuk merespons cepat jika ada warga yang membutuhkan bantuan darurat atau jika air kembali naik,” jelas Asep.
Pemkot Tangsel juga mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi melalui kanal resmi dan tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem di wilayah Tangsel.