Connect With Us

Soroti Manusia Silver Cilik, KPAI: Pemkot Tangsel Belum Serius Tangani Anak

Rachman Deniansyah | Kamis, 30 September 2021 | 16:41

Seorang ibu mengendong seorang bocah dengan kondisi keduanya di cat berwarna silver. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyoroti fenomena maraknya kemuncula anak-anak yang menjadi manusia silver di jalanan Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

Dengan usia yang masih sangat belia, mereka rela mengais rezeki dengan cara meminta-meminta.

Mereka mengelilingi jalanan dengan tubuh berlumur cat berwarna silver, untuk menuju sejumlah pusat keramaian.

Komisioner KPAI Jasra Putra mengungkapkan bahwa fenomena itu sangatlah disayangkan. Ia pun sangat miris atas kemunculan manusia-manusia silver cilik ini.

Apalagi, baru saja ditemui adanya bayi berusia 10 bulan yang turut dijadikan sebagai manusia silver oleh orang tak bertanggung jawab.

"Siapa yang tidak miris, melihat bayi 10 bulan dicat silver, yang merupakan cat sablon dicampur minyak goreng atau minyak tanah," ungkap Jasra kepada TangerangNews.com, Kamis, 30 September 2021.

Menurut survey yang dilakukannya, pekerja anak di masa pandemi COVID-19 ini memang meningkat.

Berdasarkan analisanya itu, terkonfirmasi bahwa beban keluargalah yang menjadi pemicu untuk memperkerjakan anak. 

"Memang belakangan manusia silver lebih diapresiasi di jalan, ketimbang mengamen atau ondel-ondel. Itu terbukti dari penghasilan mereka yang pernah di ungkap media. Namun sayangnya, lama-kelamaan ini justru malah menjadi pekerjaan rutin," katanya. 

Untuk itu, Jasra menegaskan bahwa dalam hal ini fungsi pengawasan sangatlah diperlukan. Bukan hanya pengawasan lingkup keluarga saja, namun dibutuhkan juga peran pemerintah.

"Tidak ada alasan apapun, untuk membawa anak berjam-jam di jalanan, berpanas-panasan, bermalam, apalagi dieksploitasi secara ekonomi. Karena jalanan bukan tempat anak-anak. Apalagi melakukan hal yang sangat beresiko dengan mengecat silver bayi 10 bulan," imbuhnya.

Maraknya kemunculan manusia silver cilik di wilayah termuda se-Banten ini, sudah menjadi bukti bahwa pemerintah juga belum serius melakukan penanganan dan perlindungan bagi anak.

"Dari evaluasi Kota Layak Anak, KPAI menemukan pemerintah belum serius menangani anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus, seperti  yang dialami keluarga bayi silver ini. Sebab, bayi silver tersebut masuk ke dalam kategori anak-anak yang membutuhkan perlindungan khusus," terangnya. 

Untuk itu dalam waktu dekat, KPAI akan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait untuk mendorong implementasi kebijakan yang ada, dengan harapan bayi tersebut tidak kembali ke jalanan.

"Sebab jika tidak, wajah jalanan kita nantinya akan terus seperti sekarang. Ayo bergerak bersama memperbaiki ini semua, agar klaster anak-anak membutuhkan perlindungan khusus tertangani sejak dini untuk bayi-bayi yang dititipkan," pungkasnya.

BANDARA
Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Bea Cukai Bandara Soetta Gerebek Lab Etomidate di Perumahan Mewah PIK, 1 WNA Singapura Ditangkap

Senin, 20 Juli 2026 | 13:49

Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno-Hatta (Soetta) bersama Polresta Bandara Soetta membongkar jaringan laboratorium gelap (clandestine lab) atau industri rumahan peracikan cairan etomidate.

WISATA
Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Festival Cisadane 2027 Bidik Target 10 Besar Karisma Event Nusantara

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:46

Penyelenggaraan Festival Cisadane 2026 Kota Tangerang resmi berakhir dengan antusiasme masyarakat yang meriah.

BISNIS
Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Atap Mal Ciputra Tangerang Dipasang 1.260 Panel Surya, Pangkas Kebutuhan Listrik Hingga 23 Persen

Jumat, 31 Juli 2026 | 16:34

Ciputra Group melakukan langkah besar dalam transisi energi hijau dengan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap di salah satu pusat perbelanjaan unggulannya, Mall Ciputra Tangerang.

BANTEN
PLN Surplus Listrik 3.725 MW, Pemprov Banten Optimistis Bisa Tarik Minat Investor

PLN Surplus Listrik 3.725 MW, Pemprov Banten Optimistis Bisa Tarik Minat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 10:13

Ketersediaan pasokan listrik yang melimpah menjadi salah satu modal utama Provinsi Banten dalam menarik investasi baru.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill