Connect With Us

Selembaran Demo Picu Keributan Antar Mahasiswa di Tangsel, 2 Orang Luka Parah

Rachman Deniansyah | Senin, 11 Oktober 2021 | 15:58

Suasana jalan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin, 11 Oktober 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Keributan antar mahasiswa terjadi di salah satu kafe yang terletak di Jalan Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Minggu, 10 Oktober 2021 kemarin.

Keributan tersebut ternyata dipicu oleh adanya selembaran ajakan dan larangan demo dari sejumlah kelompok mahasiswa yang berbeda. 

Atas kejadian itu, sejumlah mahasiswa terluka. Namun yang terparah, terdapat dua orang mengalami luka parah di bagian kepala. 

Saksi mata kejadian, SE menuturkan, kejadian itu bermula ketika terdapat salah satu organisasi intra kampus yang melakukan penolakan demo.

Penolakan tersebut tertuang pada selembaran yang dipublikasikan di sejumlah sudut kampus, pada 7 Oktober lalu. 

Ternyata, publikasi atas penolakan tersebut memicu kemarahan kelompok mahasiswa lain yang sudah secara terang-terangan akan melakukan demo. 

"Degan adanya larangan tersebut, kemudian menjadi incaran dari kelompok mahasiswa yang menyerukan aksi, karena dianggap menghalang-halangi aksi mereka tersebut," kata SE kepada awak media, Senin, 11 Oktober 2021.

Suhu panas antar kelompok mahasiswa itu, kata dia, berlanjut pada pertemuan yang dilakukan tiga hari kemudian. 

Sejumlah kelompok mahasiswa tersebut mengadakan diskusi dan mediasi guna menyelesaikan perseteruan antar kelompok itu. 

Namun saat pertemuan berlangsung, mediasi tak berjalan lancar. Perdebatan antar mahasiswa itu pun berujung pada pengeroyokan. 

"Selang beberapa menit, salah satu orang mulai menggebrak meja dan tanpa ada alasan yang jelas terjadi lah pengeroyokan," tuturnya. 

Saksi lainnya, Dian menuturkan, kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Keributan terjadi secara tiba-tiba, tanpa diketahui sebab yang jelas. 

"Saya langsung melihat ada keributan. Pertama ada yang teriak, lalu saling kejar. Kalau senjata tajam saya tidak melihat," kata Dian. 

Saat itu ia juga melihat terdapat sejumlah mahasiswa melakukan aksi pemukulan, hingga ada yang dibanting. Akibat kejadian itu, terdapat sejumlah mahasiswa yang mengalami luka.

"Yang luka sih banyak mungkin ya. Tapi yang parah ada dua, dia bocor di kepala. Sampai dilarikan ke rumah sakit," papar Dian. 

Pantauan TangerangNews.com di lokasi, keributan tak hanya menimbulkan korban luka. Namun juga membuat sejumlah fasilitas kantin rusak. 

Pada saat yang sama, terlihat sejumlah anggota Kepolisian Resor (Polres) Tangerang Selatan sedang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). 

Polisi mulai meminta keterangan sejumlah saksi. Selain itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti dari tempat keributan antar mahasiswa tersebut.

HIBURAN
Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Heboh Goodie Bag Alfamart Run 2026 Berisi Kebutuhan Pokok 50 Kg

Senin, 19 Oktober 2026 | 15:37

Ajang lari Alfamart Run 2026 yang digelar di Plaza Parkir Timur Senayan, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu 18 Oktober 2026, menyisakan cerita heboh hingga viral.

KOTA TANGERANG
Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Kebakaran di Jatiuwung Hanguskan 9 Gudang, 1 Personel Damkar Dilarikan ke UGD Gegara Sesak Nafas

Selasa, 20 Oktober 2026 | 18:40

Insiden kebakaran hebat yang melanda kawasan industri di Jalan Industri Raya VIII, Pasir Jaya, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang menghanguskan sekitar sembilan gudang, pada Selasa 20 Oktober 2026.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

NASIONAL
Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Bos Buruh Klaim Pabrik PHK Massal Bukan karena Upah Tinggi, Ini Empat Penyebabnya

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:45

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill