Connect With Us

4 Emak-emak di Tangsel Kompak Jadi Mafia Tanah, Kerugian Capai Ratusan Juta

Rachman Deniansyah | Jumat, 29 Oktober 2021 | 20:09

Tangkapan layar ibu rumah tangga alias emak-emak yang kompak menjadi dalang mafia tanah. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Polres Tangerang Selatan mengungkap kasus tindak pemalsuan sertifikat tanah dengan nilai kerugian mencapai ratusan juta rupiah. 

Berdasarkan pengungkapan tersebut, polisi meringkus empat ibu rumah tangga alias emak-emak yang kompak menjadi dalang mafia tanah tersebut. Mereka, diantaranya berinisial MP, 45, LC, 55, YI, 45, dan RM, 60. 

Selain keempat emak-emak itu, polisi juga menangkap seorang pria berinisial SD, 45, yang turut tergabung dalam komplotan tersebut.

Kapolres Tangsel AKBP Iman Imanuddin mengatakan, tindak pidana tersebut berhasil diungkap berdasarkan adanya laporan dari para korban. 

Tangkapan layar ibu rumah tangga alias emak-emak yang kompak menjadi dalang mafia tanah.

"Yang telah menerima gadai sertifikat Hak Milik atas nama MY senilai Rp60 juta dengan jaminan surat tanah yang diduga palsu," ujar Iman saat dijumpai di Mapolres Tangsel, Jumat, 29 Oktober 2021. 

Berdasarkan pelaporan tersebut, polisi melakukan penelusuran ke Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Jakarta Selatan. 

"Kemudian didapati fakta bahwa buku sertifikat hak milik tersebut bukan dikeluarkan dari BPN, alias palsu," terangnya. 

Setelah diselidiki, ternyata pelaku telah melakukan aksinya itu selama tiga bulan. Korbannya pun tak hanya satu orang, melainkan sudah mencapai tujuh orang.

Tangkapan layar ibu rumah tangga alias emak-emak yang kompak menjadi dalang mafia tanah.

"Murni memang itu mereka melakukan pemalsuan terhadap sertifikat. Mereka beraksi ke korbannya secra pribadi. Ada yang digadai dan diperjualbelikan pribadi perorangan. Kerugiannya mencapai Rp805 juta," paparnya.

Para korbannya itu, ditipu dengan diberikan sertifikat palsu terhadap satu objek tanah yang sama, yang berlokasi di kawasan Pondok Ranji, Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan. 

"Target korbannya orang-orang yang mencari tanah, baik itu membeli maupun terima gadai. Sertifikat palsunya itu menyerupai hingga 70 persen dari aslinya. Baik dari tata bahasa sampai bahan material sertifikat itu sendiri," paparnya.

Dalam melakukan aksinya itu, keempat pelaku tersebut saling berbagi peran. MP sebagai pemesan dan yang menggadaikan SHM Palsu. Sedangkan empat tersangka lainnya sama-sama turut serta dalam membantu membuat SHM palsu tersebut.

Tangkapan layar ibu rumah tangga alias emak-emak yang kompak menjadi dalang mafia tanah.

Menurut pengakuan MP, mereka membuat sertifikat tanah palsu dari seorang tersangka lainnya yang kini masih buron. 

"Kami masih mengejar salah satu pelaku yang berperan aktif di dalam menerbitkan sertifikat palsu tersebut. Untuk sertifikat palsu yang diterbitkan oleh mereka, sebagian sudah kami amankan beserta dengan pelaku yang lainnya," kata Iman. 

Atas ulahnya itu, keempat emak-emak yang sudah berusia lanjut tersebut kini harus menjalani masa hukuman di balik jeruji besi.

"Mereka dijerat dengan Pasal 264 KUHP dan atau 263 KUHP Jo Pasal 55 KUHP karena sidah turut serta atau bersama-sama melakukan pemalsuan surat autentik dan atau surat palsu dan atau penipuan dengan ancaman maksimal 8 tahun penjara," pungkasnya.

SPORT
Dinilai Rugikan Persita, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit Beri Hadiah Penalti untuk Bali United

Dinilai Rugikan Persita, Carlos Pena Pertanyakan Keputusan Wasit Beri Hadiah Penalti untuk Bali United

Jumat, 24 April 2026 | 12:52

Persita Tangerang kembali menelan hasil buruk usai kalah 0-1 dari Bali United dalam lanjutan pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 di Banten International Stadium, Kamis, 23 April 2026.

BANTEN
Pemprov Banten Dukung Inisiasi Kabupaten Tangerang Perkuat Wilayah Aglomerasi Jabodetabekpunjur

Pemprov Banten Dukung Inisiasi Kabupaten Tangerang Perkuat Wilayah Aglomerasi Jabodetabekpunjur

Jumat, 24 April 2026 | 21:21

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mendukung terhadap penguatan wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Puncak, dan Cianjur (Jabodetabekpunjur).

HIBURAN
Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Terinspirasi Sosok Ibu, Koleksi “Garis Tangan” Hadir pada Peringatan Hari Kartini di Tangerang

Rabu, 22 April 2026 | 09:06

Peringatan Hari Kartini dimanfaatkan sebagai momentum untuk menghadirkan karya busana yang mengangkat peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan

KOTA TANGERANG
Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Sempat Mendapat Perlawanan, Aset Eks SDN Rawa Bokor Akhirnya Diamankan Pemkot Tangerang

Jumat, 24 April 2026 | 21:14

Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang berhasil mengamankan secara fisik lahan aset negara berupa eks SDN Rawa Bokor seluas 1.580 meter persegi dalam operasi eksekusi yang dilakukan pada Jumat sore 24 April 2016).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill