Connect With Us

Dianggap Tak Koperatif oleh KPK, Kepsek SMKN 7 Tangsel: Saya Enggak Takut

Rachman Deniansyah | Rabu, 10 November 2021 | 17:11

Tampak depan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Kota Tangerang Selatan, Kamis, 2 September 2021. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Kota Tangerang Selatan, kini masih bergulir dan dalam penanganan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). 

Dalam penyidikannya, KPK kini juga telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, mulai dari Camat Ciputat, Lurah Rengas, ketua tim audit, hingga pihak pemerintah kota dan provinsi Banten. 

Namun dari sejumlah pemanggilan itu, terdapat dua saksi yang belum menghadirinya dan dianggap tak koperatif. Salah satunya, yakni Kepala Sekolah (Kepsek) SMKN 7 Tangsel, Aceng Haruji. 

Saat dikonfirmasi, Kepsek SMKN 7 Tangsel Aceng Haruji membantah pernyataan tersebut. Menurutnya sampai detik ini, ia belum mendapat surat pemanggilan terhadap dirinya. 

"Saya belum menerima surat pemanggilannya, per hari ini. Sebelumnya juga enggak ada surat panggilan ke saya," ungkap Aceng saat dihubungi awak media, Rabu, 10 November 2021. 

Atas hal itu, ia sempat merasa bingung ketika dirinya disebut tak kooperatif oleh pihak KPK. 

Aceng menegaskan jika memang surat pemanggilan itu diterimanya, ia akan segera memenuhinya dan siap diperiksa oleh KPK. 

"Iya, saya kira saya enggak takut, karena (saya) enggak tahu-menahu soal itu ya. Kooperatif saya," tegasnya. 

Sebelumnya, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengimbau dua saksi dalam kasus dugaan korupsi pengadaan tanah untuk pembangunan SMKN 7 Tangerang Selatan (Tangsel) pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Tahun Anggaran 2017 kooperatif hadiri pemanggilan.

Dua saksi itu yakni Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Tangsel Aceng Haruji dan Agus Kartono dari pihak swasta.

KPK pada Selasa 9 November 2021, memanggil keduanya sebagai saksi kasus tersebut namun keduanya tak hadir.

"Aceng Haruji dan Agus Kartono, keduanya tidak hadir dan tidak mengonfirmasi alasan ketidakhadirannya. KPK mengimbau agar kooperatif hadir pada jadwal pemanggilan berikutnya," kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya di Jakarta, Rabu 10 November 2021, dikutip dari Antara.

PROPERTI
Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Summarecon Tangerang Hadirkan Rumah Lapang di Tepi Danau Harga Rp2 Miliaran

Jumat, 7 Agustus 2026 | 19:31

PT Summarecon Agung Tbk melalui unit pengembangan Summarecon Tangerang kembali menghadirkan produk hunian terbaru bernama Halia di Cluster Havena Lakes, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang.

BISNIS
JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

JETOUR Kantongi 1.038 SPK di GIIAS 2026, Model SUV T2 dan T1 i-DM Paling Laku

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:23

Selama pameran berlangsung, JETOUR berhasil membukukan total 1.038 Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) dari seluruh lini SUV yang ditawarkan kepada konsumen Indonesia.

KOTA TANGERANG
Ini Tampang Pembunuh dan Pemerkosa di Jurumudi, Ngaku Mabuk dan Sudah Siapkan Sabuk untuk Ikat Korban

Ini Tampang Pembunuh dan Pemerkosa di Jurumudi, Ngaku Mabuk dan Sudah Siapkan Sabuk untuk Ikat Korban

Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:27

Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya berhasil meringkus pelaku pembunuhan dan pemerkosaan terhadap seorang wanita muda berinisial SNA, 21, di sebuah rumah kontrakan kawasan Jurumudi, Kecamatan Benda

TANGSEL
 339.200 Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Tangsel Terdampak Kekeringan

339.200 Liter Air Bersih Disalurkan ke Warga Tangsel Terdampak Kekeringan

Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:30

Sepanjang 8 Juli hingga 11 Agustus 2026, sebanyak 339.200 liter air bersih telah didistribusikan kepada warga terdampak kekeringan di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel).

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill