Connect With Us

Ratusan Rumah Tak Layak Huni di Tangsel Dibedah, Benyamin: Jangan Disewakan

Rachman Deniansyah | Rabu, 8 Desember 2021 | 17:24

Program bantuan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH) yang dihadiri langsung oelh Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie. (@TangerangNews / Rachman Deniansyah)

TANGERANGNEWS.com-Program bantuan perbaikan Rumah Umum Tidak Layak Huni (RUTLH), menjadi salah satu cara bagi Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk membuat warganya tetap bermukim di Tangerang Selatan. 

Sedikitnya, dalam setahun ini sudah terdapat ratusan rumah warga yang disasar. Pemerintah telah menyulapnya menjadi hunian yang nyaman untuk ditinggali.

Seperti salah satunya, rumah warga yang terletak di Jalan Tanah Merah Maruga, Serua, Ciputat, Tangsel. 

"Ya kurang lebih, dalam tahun anggaran 2021 ini ada 198 rumah se-Tangerang Selatan yang kita bedah," ujar Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie, Rabu, 8 Desember 2021. 

Ratusan rumah tersebut, kata Benyamin, sudah melewati sejumlah verifikasi sesuai dengan syarat yang ditentukan. 

"Sayartnya itu bahwa tanahnya harus milik sendiri bukan punya orang, kemudian  memang harus direkomendasi oleh RT dan RW setempat, serta sudah diusulkan atau ditampung oleh BKM, Badan Keswadayaan Masyarakat," paparnya.

Kendati demikian, ia menegaskan, kepada para penerima manfaat untuk tidak mengubah fungsi rumah yang sudah dibenahi tersebut. Ia pun melarang para penghuni untuk menyewakan rumahnya.

"Saya berharap pemilik rumahnya nanti dapat digunakan sendiri, paling tidak dengan keluarga. Jadi jangan sampai sudah kita bedah, lalu disewakan ke orang. Jangan disewakan," tegas Benyamin. 

Pasalnya, program bedah rumah ini hanya diperuntukkan bagi warga yang membutuhkan. Penghuni pun dilarang keras untuk menjadikan rumah ini menjadi aset komersial. 

"Karena kita memperbaiki, membedah rumah ini untuk si penghuni agar nyaman di rumahnya sendiri. Jangan disewakan, jangan dikontrakin ke orang. Karena kalau sifatnya sudah komersial, ya enggak akan kami bedah," pugnkasnya.

NASIONAL
Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Polisi Selidiki Viral Teh Kemasan Berbusa yang Dibagikan ke Massa Aksi 28 Oktober

Kamis, 29 Oktober 2026 | 21:04

Polda Metro Jaya akan menyelidiki viralnya video teh kemasan berbusa yang beredar di media sosial setelah aksi penyampaian aspirasi pada 28 Oktober 2026.

OPINI
Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Supervisi yang Membina, Bukan Sekadar Menilai

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:29

Bagi sebagian guru, kata “supervisi” masih terdengar seperti jadwal ujian: tegang, penuh persiapan dadakan, lalu lega ketika selesai. Padahal supervisi dirancang untuk membantu guru bertumbuh. Jika hanya berhenti pada pengisian instrumen

KAB. TANGERANG
Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Bapenda Tangerang Sebut Aturan LSD Berpotensi Kurangi Pendapatan Daerah dari Properti dan Investasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:14

Regulasi lahan sawah dilindungi (LSD) dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 4 Tahun 2026 berpotensi memengaruhi pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Tangerang pada 2027 mendatang.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill