Connect With Us

Agen Travel Hiking asal Pamulang Diduga Tipu Korban Puluhan Juta

Rangga Agung Zuliansyah | Selasa, 4 Januari 2022 | 22:54

Terduga penipu Agen travel hiking asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan. (@TangerangNews / Rangga A Zuliansyah)

TANGERANGNEWS.com-Agen travel hiking asal Pamulang, Kota Tangerang Selatan, diduga melakukan penipuan, terhadap para peserta pendaki gunung yang menggunakan jasanya.

Kasus penipuan ini diviralkan di media sosial oleh salah satu korbannya, Anggi Wahyuda, 21, asal Binjai, Medan.

Anggi mengatakan, kasus ini bermula ketika ia dihubungi pemuda bernama Derry Widjaya, asal Pamulang, Tangsel, yang mengaku agen travel Komunitas MDPL Nusantara, pada Oktober 2021, lalu.

Anggi yang merupakan influencer pendaki gunung ini diajak bekerja sama untuk membuat trip pendakian ke Gunung Rinjani, Lombok.

“Awalnya nolak karena saya di Medan, tapi pendakiannya ke Gunung Rinjani di Lombok, kan jauh tuh. Tapi saya dijanjikan tiket dan kebutuhan selama di sana nanti ditanggung,” katanya ketika dihubungi TangerangNews, Selasa 4 Januari 2022.

Dalam kerjasama itu, Anggi diminta mempromosikan travel Komunitas MDPL Nusantara. Lalu fotonya digunakan sebagai promosi lewat flyer untuk menarik konsumen.

“Karena saya pendaki juga sering bikin konten di Instagram, jadi memang mau makai saya untuk mencari pelanggan. Menurut saya ini menarik, ya saya jadikan,” ujar Anggi yang juga berprofesi sebagai Stand up Comedian ini.

Keduanya pun deal dengan jadwal keberangkatan pada 23 Oktober 2021. Namun masalah mulai muncul seminggu sebelum keberangkatan. Anggi meminta tiket untuk perjalanan ke Lombak, namun Derry beralasan tiketnya belum ada.

“Hal ini berlangsung sampai beberapa hari sebelum berangkat. Waktunya sudah mepet tapi tiketnya belum dikasih. Akhinya dia bilang saya untuk beli tiket sendiri dulu, dia janji akan diganti,” jelasnya.

Setelah sampai Lombak, Anggi tidak juga bertemu dengan Derry. Padahal dia sudah bersama lima pendaki lain yang menunggunya. Setelah dihubungi berkali-kali tapi tidak juga sampai.

Di sana Anggi sempat ditelantarkan. Hingga akhirnya dia dan peserta lain berangkat lebih dulu ke Gunung Rinjani meninggalkan Derry.

“Dihubungi susah, alasannya masih di jalan tapi enggak sampai-sampai. Hampir 24 jam kemudian, dia baru muncul di Pos Gunung Rinjani. Di sini mulai curiga, kok travel pelayanannya seperti ini. Tidak ada tanggung jawabnya sama konsumennya,” terangnya.

Anggi mengaku, setelah pendakian selesai, biaya tiket dan perjalanan selama di Lombok pun tidak diganti. Dia sendiri telah habis biaya sekitar Rp2,5 juta.

“Dia janji nanti diganti saat pulang, tapi tidak diganti juga sampai saat ini. Sudah banyak alasan dompetnya hilang segala macam,” jelasnya.

Yang lebih parah lagi, teryata Derry meminjam uang ke peserta pendakian dengan alasan untuk biaya tiket Anggi pulang pergi. Hal ini tak hanya dilakukan terhadap rombongan Anggi, tapi juga kepada 11 peserta lain yang berangkat pada trip berikutnya di bulan Desember 2021.

“Jadi dia jual nama saya buat pinjam-pinjam uang, dan itu tanpa sepengetahuan saya. Uangnya pun tidak saya pegang sepeser pun. Apalagi di trip bulan Desember, ada 11 orang diminta uang katanya buat tiket saya, padahal saya tidak ikut. Informasinya total Rp27 juta,” jelasnya.

Anggi menilai, hal ini sudah merupakan aksi penipuan sehingga ia memutuskan untuk memviralkannya di media sosial pada Senin 3 Januari 2021, kemarin. “Supaya tidak ada lagi yang jadi korban. Saya sebenarnya ingin selesaikan secara kekeluargaan, tapi kalau tidak ada itikad baik saya ikut teman-teman bawa ini ke jalur hukum,” tegasnya.

BANDARA
Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Jadi Pintu Gerbang Indonesia, Menteri Pendidikan Sayangkan Tulisan Bahasa Inggris Dominan di Bandara Soekarno-Hatta

Kamis, 29 Oktober 2026 | 20:58

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyinggung penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik yang dinilainya masih kalah dominan dibandingkan bahasa Inggris.

AYO! TANGERANG CERDAS
Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Kampus Baru BINUS ASO di BSD, Mahasiswa Kembangkan Robot AI dan Tangan Prostetik

Senin, 19 Oktober 2026 | 18:28

BINUS ASO School of Engineering resmi membuka kampus baru di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) D-HUB BSD, Kabupaten Tangerang.

MANCANEGARA
Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Ameba Pemakan Otak Mulai Muncul di Berbagai Negara, Ilmuwan Khawatir Kasus Terus Bertambah

Selasa, 14 Juli 2026 | 13:48

Kematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut

KOTA TANGERANG
Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Cari Informasi Keimigrasian Lebih Mudah, Warga Tangerang Bisa Akses Layanan SAPA Imigrasi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:28

Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Non TPI Tangerang terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang profesional dan responsif.

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill