Tagihan Listrik Membengkak Meski Tarif Tak Naik, PLN Ungkap Penyebabnya
Jumat, 15 Mei 2026 | 11:21
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TANGERANGNEWS.com-Perayaan natal yang sebentar lagi akan diselenggarakan mendatangkan rezeki kepada para pengrajin ornamen rohani, seperti patung Yesus Kristus atau Bunda Maria.
Salah satunya seperti pengrajin ornamen rohani di Jalan Jombang Astek, Lengkong Gudang Timur, Serpong, Kota Tangsel yang selalu ramai pesanan, seperti dilansir dari Tribunnews, Rabu 14 Desember 2022.
Herman, mandor pengrajin patung mengaku Natal tahun ini mereka mengalami peningkatan drastis dibandingkan masa pandemi Covid-19.
"Naik 70 persenlah. Kalau pandemi lalu cuma 20 persen. Rata-rata pemesanan dilakukan secara online, dan yang beli kebanyakan gereja," kata Herman.
Herman mengungkapkan, tercatat telah ada 10 patung yang dipesan oleh pelanggan dan akan semakin meningkat saat momen puncak Natal tiba.
Dalam satu hari, lanjut Herman, timnya bisa membuat dua patung berukuran 2 meteran. Sedangkan untuk finishing, pihaknya membutuhkan waktu kurang lebih seminggu.
Herman mengaku adanya pandemi Covid 19 memang cukup mempengaruhi bidang usaha kerajinan ornamen rohani. Sebab, biasanya sebelum ada pandemi, timnya telah mengerjakan hampir 20 patung bahkan sebelum tanggal 25 Desember.
Adapun patung produksinya ini, telah terjual ke beberapa provinsi di Indonesia, termasuk Kalimantan dan Papua. Sementara untuk luar negeri, pihaknya baru saja ini mendapat permintaan pesanan dari negara Kongo.
PT PLN (Persero) menjelaskan penyebab tagihan listrik pelanggan yang kerap berubah meski tarif dasar listrik tidak mengalami kenaikan sejak Juli 2022.
TODAY TAGKementerian Agama RI akan melakukan pemantauan hilal awal Zulhijah 1447 Hijriah di 88 titik yang tersebar di seluruh Indonesia pada 17 Mei 2026.
Sejarah dari seluruh masyarakat yang ada hingga sekarang adalah sejarah perjuangan kelas." Kalimat pembuka Karl Marx dalam Manifesto Komunis (1848) ini sering kali dianggap sebagai peninggalan masa lalu yang tak lagi relevan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews