PLN UID Banten Gelar Simulasi Penanganan Limbah B3, Latih Respons Cepat Kondisi Darurat
Minggu, 4 Oktober 2026 | 13:36
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar Simulasi Tim Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
TANGERANGNEWS.com- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengklaim kualitas udara di Tangerang Selatan (Tangsel) masih tergolong aman.
Pernyataan itu berlainan dengan hasil dari sejumlah aplikasi yang menyebutkan kualitas udara di Tangsel tidak sehat sejak beberapa pekan lalu.
Kepala DLH Kota Tangsel Wahyunoto Lukman mengatakan, kualitas udara di Tangsel baik-baik saja berdasarkan pemantauan udara yang dimiliki Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel.
Wahyu memaparkan, terdapat lima unsur partikel udara berbahaya yang dapat dipantau melalui alat ukur kualitas udara, yakni dioksin, arsenik, sulfur dikosida, karbon monoksida, dan magnesium dioksida.
Lanjutnya, kelima unsur partikel udara tersebut beracun dan sangat berbahaya lantaran dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan, termasuk kanker paru.
Namun, unsur partikel udara tersebut memiliki dinamika yang tidak menentu, misalnya terkadang padat dan berukuran besar karena tengah kemarau.
"Biasanya partikel ini terurai oleh hujan, bisa tereduksi oleh ruang-ruang terbuka hijau yang banyak pohon-pohon lindung," jelasnya dikutip dari tribunnews.com, Senin, 14 Agustus 2023.
Menurutnya, masyarakat perlu untuk mengetahui apa saja kandungan partikel di udara guna menentukan kualitas udara berbahaya atau tidak.
"Kalau alat kami ada, yang disebut alat aktif. Kami mengukur partikel yang ada di udara, kemudian kandungan partikel tersebut," jelasnya.
Sebagai informasi, DLH memiliki peralatan aktif maupun pasif dan metodologi yang teruji untuk mengambil sampel dari tujuh kecamatan dengan tempo tertentu di setiap kelurahan.
Lalu, hasilnya akan dibandingkan dengan alat aktif di Taman Kesehatan, kemudian alat tersebut bekerja secara real time terus menerus.
PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Banten menggelar Simulasi Tim Tanggap Darurat Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3)
TODAY TAGKematian Jordan Smelski, bocah berusia 11 tahun asal Amerika Serikat, akibat infeksi langka yang disebabkan Naegleria fowleri atau “ameba pemakan otak”, kembali menjadi sorotan setelah para ilmuwan memperingatkan potensi penyebaran organisme tersebut
Ketua DPRD Kabupaten Tangerang Muhammad Amud mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan masyarakat dan sektor swasta untuk mengatasi persoalan sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Kawasan perkotaan memiliki permintaan kuliner yang tinggi karena mobilitas dan gaya hidup penghuninya yang sibuk. Misalnya, area padat seperti Tangerang membuka peluang bagi beragam konsep makanan.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews