Kualitas Udara Kategori Tidak Sehat, Coway Boyong Solusi Filtrasi Canggih ke ICE BSD City
Kamis, 22 Oktober 2026 | 18:50
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TANGERANGNEWS.com- Perusahaan teknologi kualitas udara asal Swiss, IQAIR melaporkan indeks kualitas udara di wilayah Tangerang Selatan masuk dalam kategori tidak sehat.
Pantauan TangerangNews.com melalui laman resmi IQAIR, Tangerang Selatan menduduki posisi teratas dengan tingkat polusi udara di angka 187 dengan partikulet (PM) 2.5, pada Sabtu, 27 Mei 2023.
Angka polusi udara itu mengalahkan Kota Cileungsir, Jawa Barat (175), Kabupaten Serang, Banten (170), Kota Semarang, Jawa Tengah (165), dan Kota Tangerang, Banten (165).
Melansir dari detik.com, Dokter spesialis paru dr Erlang Samoedro, SpP, FISR mengatakan, kondisi polusi udara berisiko menimbulkan gangguan kesehatan baik jangka pendek maupun jangka panjang.
"Kalau efek jangka pendek meningkatkan risiko infeksi pernafasan akut seperti ISPA dan pneumonia. Terutama pada populasi rentan seperti anak bayi dan orang tua serta orang yang memiliki penyakit komorbid," paparnya.
Adapun jangka panjang tak kalah berisiko, penyakit yang disebabkan oleh polusi udara dapat menjalar ke penyakit lain, misalnya penyakit jantung.
"Jangka panjang meningkatkan risiko terjadinya penyakit paru obstruktif kronik dan peningkatan risiko kanker serta penyakit kardiovaskular seperti jantung, stroke, dan lain-lain," katanya.
Erlang mengimbau bagi masyarakat, khususnya Tangerang Selatan untuk melindungi diri dari paparan polusi udara dengan mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
Kualitas air dan udara di Indonesia kini menjadi perhatian serius di tengah musim kemarau panjang akibat fenomena cuaca ekstrem.
TODAY TAGIHSG kembali dibuka dalam tekanan berat pada perdagangan Senin, 19 Oktober 2026. Indeks Harga Saham Gabungan langsung anjlok 4,31% ke level 4.961,87 atau turun 223 poin dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal menilai kenaikan upah minimum bukan penyebab utama penutupan pabrik dan pemutusan hubungan kerja (PHK) di Indonesia.
Kecelakaan maut merenggut nyawa seorang siswa sekolah dasar (SD) berinisial MZ, 11, di Jalan Prima, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang.
RECOMENDED
Tangerang News
@tangerangnews