Connect With Us

Siswa SMK Tewas di Serpong

| Rabu, 27 April 2011 | 21:51

SMK Kesehatan Bina Insan Cendekia Tangerang. (tangerangnews / dira)

TANGSEL-Warga BSD  Serpong Tangsel yang tinggal di Sektor 1.6, Rabu (27/4) pagi, dikejutkan oleh temuan mayat seorang remaja di sebuah kali yang melintasi komplek perumahan tersebut.
 
Di tubuh mayat yang mengenakan seragam sekolah itu, tidak ditemukan adanya bekas penganiayaan dan luka. Mayat pria yang mengenakan seragam sekolah SMK Kesehatan Bina Insani Cendekia, Kota Tangerang, ditemukan sekitar jam 06.15 oleh dua orang satpam BSD yang sedang bertugas, yaitu Sudi ,65, dan Mardi ,27.
 
"Pas sedang kontrol, saya melihat ada sesuatu yang aneh di kali. Setelah diamati dengan jelas, ternyata mayat anak sekolah. Langsung saja saya panggil warga setempat untuk turut melihat, dan selanjutnya baru panggil Polisi," ucap Sudi, hari ini.

Di tubuh mayat tersebut, terdapat luka lecet di dagu kiri, seperti bekas goresan. Selain itu ditemukan identitas nama di buku sekolah yaitu Taher Ahmad, murid Kelas X.4 SMK Kesehatan Bina Insani Cendekia, Kota Tangerang. Peristiwa tersebut, kontan membuat geger siswa-siswi SMK Kesehatan Bina Insani Cendekia, Kota Tangerang. Karena Taher ternyata cukup dikenal di sekolah tersebut.

"Saya tidak mengenal secara pribadi, tapi saya tahu dia. Anaknya baik dan pandai bergaul," ujar Santi, Siswi kelas XI.

Menurut Nur Ningsih, Bendahara SMK Kesehatan Bina Insani Cendekia, sehari sebelumnya, dia sempat bertemu dan mengobrol sebentar dengan Taher. "Saya ketemu pas jam 16.30 WIB Selasa (26/04), setelah sekolah bubar. Saya katakan jarang kelihatan sekarang. Eh dia bilang, ibu jangan cariin saya lagi ya. Sepertinya dia sudah meninggalkan pesan pada saya," ucapnya.

Aktivitas sekolah sedikit terganggu atas peristiwa memilukan itu. Karena hampir semua guru terpaksa pergi ke RSUD Kabupaten Tangerang, untuk mengurus jasad Taher yang terbujur kaku di kamar mayat.

Sementara itu, Tatang, ayahanda Taher, yang ditemui di RSUD Kabupaten Tangerang, tidak banyak bercerita terkait kematian putranya itu. Warga Jalan MH Thamrin RT 02 RW 02, Kelurahan Panunggangan, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang itu, berdiam diri sambil menundukan kepala seraya tidak percaya putranya sudah pergi selamanya.
 
Namun kata Tatang, Taher memang tidak pulang sehari sebelum kematiannya. Ketika ditanya masalah yang menimpa putranya, Tatang hanya menggelengkan kepala. "Tolong jangan ganggu saya dulu. Saya lagi shock," ujarnya.

Kapolsek Serpong, Kompol Heribertus, yang menangani kasus itu, mengatakan bahwa pihaknya masih berupaya menyelidiki kasus ini. "Keluarga korban masih shock, jadi belum bisa dikorek keterangan yang banyak," ujarnya.(DRA)

BANTEN
Pemprov Banten Usulkan Perampingan Dinas PUPR dan Perkim agar Gampang Eksekusi Program

Pemprov Banten Usulkan Perampingan Dinas PUPR dan Perkim agar Gampang Eksekusi Program

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:46

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mulai mengusulkan perampingan dua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

MANCANEGARA
Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Geger Virus Baru Hantavirus, Gejalanya Mirip Flu tapi Bisa Berujung Fatal

Senin, 11 Mei 2026 | 08:11

Kasus hantavirus kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan infeksi virus langka tersebut di kapal pesiar MV Hondius yang dikabarkan menyebabkan korban meninggal dunia.

NASIONAL
Alfa Trans Jaya Luncurkan Kapal Kontainer Terbesar, Siap Layani Pengiriman ke Indonesia Timur

Alfa Trans Jaya Luncurkan Kapal Kontainer Terbesar, Siap Layani Pengiriman ke Indonesia Timur

Jumat, 22 Mei 2026 | 18:59

PT Alfa Trans Raya (ATR), anak usaha CKB Logistics, resmi meluncurkan kapal container vessel terbaru bernama Alfa Trans Tiga di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jumat, 22 Mei 2026.

TANGSEL
Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Setubuhi Anak Didiknya, Terbongkar dari Isi Chat

Pelatih Sepatu Roda di Tangsel Diduga Setubuhi Anak Didiknya, Terbongkar dari Isi Chat

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:05

Dunia olahraga di wilayah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diguncang kabar miring. Polda Metro Jaya saat ini tengah mendalami kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang melibatkan seorang oknum pelatih olahraga sepatu roda

""Kekuatan dan perkembangan datang hanya dari usaha dan perjuangan yang terus menerus""

Napoleon Hill